WIBAWANEWS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BUDAYA
  • SOSOK
  • SOROT
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BUDAYA
  • SOSOK
  • SOROT
No Result
View All Result
WIBAWANEWS
No Result
View All Result
Home BUDAYA

Puluhan Guru Ikuti Pasanggiri Kawih Sunda

admin by admin
November 20, 2019
in BUDAYA
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SOREANG, WN.net — Seni Sunda yang satu ini mungkin sudah terlupakan sebagian masyarakat Sunda. Padahal seni warisan leluhur ini memiliki nilai seni yang begitu tinggi, sehingga seni kearifan lokal ini perlu terus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak musnah tergerus peradaban zaman.

Guna melestarikan seni Sunda yang satu ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, menggelar Pasanggiri Kawih Sunda.

“Tujuan pasanggiri kawih Sunda yang penuh kearifan ini untuk melestarikan seni budaya Sunda,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, H. Agus Firman Zaini, usai membuka Pasanggiri Kawih Sunda 2019 yang berlangsung di Gedong Budaya Sabilulungan, Jalan Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (19-11-2019).

Menurut Agus Firman, sudah merupakan kewajiban untuk melestarikan seni budaya Sunda.

“Orang Sunda harus bangga dengan kekayaan seni budayanya. Kawih Sunda ini konten lagunya berisi pepatah. Apalagi dengan legenda Mang Koko yang begitu dalam, dalam ‘rumpaka’-nya,” ucap Agus Firman.

Pasanggiri Seni Kawih ini, tutur Agus Firman, diawali para guru, untuk kemudian diaplikasikan kepada anak-anak didiknya.

“Karena itu, pagelaran ini pesertanya khusus guru-guru. Tujuan utamanya bukan kepada guru, tapi sasaran berikutnya pada anak didiknya. Guru dituntut untuk mengembangkan, menggali, ngaderes seni budaya, kemudian disampaikan kepada anak didiknya,” papar Agus.

Guru, tuturnya, sebagai agent of change atau agenda pembaharuan, dari guru untuk siswa. Diharapkan nantinya kawih Sunda ini bisa disampaikan dari guru untuk siswanya.

Agus juga berharap, ke depan pasanggiri kawih Sunda ini bisa diselenggarakan untuk tingkat siswa sekolah.

“Sambil mengevaluasi dari kegiatan ini, ada enggak nilai manfaatnya bagi sekolah atau siswa,” kata Agus.

Pasanggiri kawih Sunda ini, sambung Agus, ternyata cukup diminati para guru.

Lomba yang berlangsung dua hari ini, diikuti 62 peserta, terdiri atas guru putra putri perwakilan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, yang dikirimkan oleh masing-masing Pengurus Cabang PGRI kecamatan. Setiap kecamatan dua peserta, baik dari guru PAUD, SD, SMP, sampai SMA atau MA.

“Kegiatan ini perlu diapresiasi, karena baru digelar di tingkat kabupaten. Di tingkat provinsi belum ada,” tuturnya.

Bagi peserta yang berprestasi (pinunjul), panitia nemberikan penghargaan serta ada respon dari pengurus PGRI Kabupaten Bandung. Untuk juara satu sampai harapan tiga diberi hadiah “kacapi” yang bisa dimanfaatkan untuk latihan rutin di kecamatan masing masing.** Deddy R.

Tags: kabupaten bandungpasanggiri kawih Sunda
Previous Post

BPN Kab. Bandung Bentuk Tim, Selesaikan 11.000 Berkas Permohonan Sertifikat

Next Post

Koperasi Digital, Anggota tak Lagi Manfaatkan Jasa Bank

admin

admin

Next Post

Koperasi Digital, Anggota tak Lagi Manfaatkan Jasa Bank

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

50%  Lebih Lahan Perkebunan Kopi Berada di Kabupaten Bandung

50% Lebih Lahan Perkebunan Kopi Berada di Kabupaten Bandung

1 month ago
Pengambilan Keputusan Banmus Jateng Lebih Ringkas

Pengambilan Keputusan Banmus Jateng Lebih Ringkas

1 month ago

Trending

Peranan Penting Koperasi bagi Masyarakat

Pengaruh Positif Kewirausahaan dalam kehidupan

2 years ago

Ratusan Karyawan PT. Candratex Berunjukrasa Tuntut THR Dibayar Penuh

2 years ago

Popular

Peranan Penting Koperasi bagi Masyarakat

Pengaruh Positif Kewirausahaan dalam kehidupan

2 years ago
Disambut Ibu-ibu Pengajian

Disambut Ibu-ibu Pengajian

2 years ago

IPSI Kab. Bandung Dambakan Keberadaan Padepokan Pencak Silat

3 years ago
Dua Pilihan Penting Bagi Mahasiswa, Organisasi atau Akademik?

Dua Pilihan Penting Bagi Mahasiswa, Organisasi atau Akademik?

1 year ago
Kabupaten Bandung Genap 381 Tahun, Bupati: Ini Momentum Introspeksi dalam Mencapai Visi Misi Bedas

Kabupaten Bandung Genap 381 Tahun, Bupati: Ini Momentum Introspeksi dalam Mencapai Visi Misi Bedas

5 months ago
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result