SOREANG-WN: Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan kerjasama dengan UIN Bandung untuk progran subsidi atau beasiswa bagi masyarakat yang berprestasi.
Kerjasama tersebut, menurut Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, sebagai salah satu program 99 hari kerja dibidang pendidikan.
“Minggu depan akan MoU dengan UIN untuk program subsidi atau beasiswa. Sehingga ini bisa mendorong target program lama sekolah rata-rata minimal 12 tahun bisa terwujud. Kita harus maksimal, makanya saya mohon bantuan teman-teman,” ucap Dadang Supriatna, saat berbicara pada acara Ngawangkong bari Ngabuburit, di Gedung Moh Toha, Ookplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (29/4/2021).
Dalam kesempatan “Ngawangkong bari Ngabuburit hadir pula Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan dan Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung H Marlan.
Dadang Supriatna minta, agar masalah pendidikan dikoreksi dan dikritisi.
Dadang berharap rata rata lama sekolah dasar di Kabupaten Bandung tidak 9 tahun, tapi minimal 12 tahun.
“Saya ingin terwujud harapan lama sekolah di Kabupaten Bandung, saya target rata rata lama sekolah tidak 9 tahun, tapi minimal 12 tahun,” katanya.
Selain program pendidikan, yang me jadi program 99 hari kerja bupati, juga fokus pada bidang kesehatan.
Pembangun bidang kesehatan menjadi salah satu program prioritas 99 hari kerja Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Terutama pembangunan Rumah Sakit di peloksok atau daerah perbatasan.
“Karena itu saya minta bantuan temen-teman wartawan. Saya akan fokus untuk mewujudkan pembangunan kesehatan, karena kesehatan itu hak dasar masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Dadang Supriatna.
Pembangunan rumah sakit tersebut, kata Dadang, sangat penting untuk pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga tidak ada lagi masyarakat di daerah perbatasan atau peloksok yang jadi korban karena terlambat mendapat perawatan medis akibat jauh ke rumah sakit.
Dadang Supriatna menceritakan pengalamannya, ia merasa sedih ketika istri pengacaranya meninggal dunia karena terlambat di bawa ke rumah sakit.
“Kebetulan kejadian ini menimpa pengacara saya kang Dudi, yang meninggal karena terlambat membawa ke rumah sakit, dari Kertasari ke RS Al Ihsan, karena itu saya harapkan kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Bupati yang biasa disapa Kang DS ini.
Kejadin serupa, kata Kang DS, banyak terjadi di daerah perbatasan Kabupaten Bandung. Karena jauh ke rumah sakit umum banyak warga yang lambat mendapatbperwatan medis. “Mudah-mudahan kejadin ini tidak terulang lagi, karena itu saya minta bantuan teman-teman, saya akan fokus newujudkan pembangunam kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, Dadang juga berharap, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang segera pindah ke RSUD yang baru atau RSUD Oto Iskandardinata.
“Rumah sakit sudah dibikin tapi belum dipindahan, setelah saya panggil ternyata masih kekurangan anggaran,” katanya.
Dalam program 99 hari kerja, bupati juga antara lain akan segera membuat beberapa Raperda. “Minggu ini saya memulai konsolidasi internal, dan minggu depan mulai pembenahan ke eksternal. Bagaimana mengoperasionalkan dan pembenahan birokrasi.
Dalam pembenahan birokrasi, kara bupati, dimulai dengan open biding jabatan yang kosong. “Saya sedang mengusulkan open biding ke Mendagri untuk Jabatan Sekda, Bapenda dan Indag. Untuk yang lainnya akan menyusul, melihat perkembangan,” kata bupati. ***deddy






