Wibawa News


  • 25 Juli 2017 | 16:30 WIB
  • 00035 Kali Dilihat

Wagub Demiz Minta Perekaman Data KTP-El Dipercepat

 Wagub Demiz Minta Perekaman Data KTP-El Dipercepat
Wagub Jabar, Deddy Mizwar, menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Jawa Barat di Hotel Sany Rosa, Jalan Hegarmanah No. 2A, Kota Bandung, Senin (24/7).* humas jabar

BANDUNG, (WN.net) – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), meminta agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Barat mempercepat perekaman data Wajib KTP untuk pembuatan KTP Elektronik (KTP-El). Hal tersebut dia ungkapkan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Jawa Barat di Hotel Sany Rosa, Jalan Hegarmanah No. 2A, Kota Bandung, Senin (24/7).

 Menurut Demiz, hal tersebut penting dilakukan, sehingga target perekaman data bisa selesai pada tahun ini. Pembuatan KTP-El juga untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat.

 Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) per 31 Desember 2016, tercatat jumlah penduduk Jabar sebanyak 43,74 juta jiwa, sedangkan agregat Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk Pilkada Serentak 2018 di 16 kabupaten/kota dan satu provinsi, yaitu sebanyak 31,76 juta orang, terdiri atas 16,08 juta pemilih pria dan 15,68 juta pemilih wanita. Artinya, terdapat lebih dari 72% penduduk yang akan menjadi pemilih dalam Pilkada Serentak Tahun 2018 di Jawa Barat.

Namun, hingga Februari 2017 masih terdapat sekitar 1,37 juta penduduk Wajib KTP yang belum melakukan perekaman KTP-Elektronik, sedangkan yang belum dicetak KTP-Elektroniknya sebanyak 1,43 juta orang. Ada pula datanya tidak tunggal dan sebagian gagal rekam, serta datanya masih dalam proses penunggalan.

Selain Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pilkada Serentak 2018 di Jabar juga akan diikuti oleh 16 (enam belas) kabupaten/kota yang meliputi 6 (enam) kota, yaitu Bandung, Bogor, Cirebon, Sukabumi, Banjar, dan Bekasi, serta 10 (sepuluh) kabupaten, yaitu Bogor, Purwakarta, Sumedang, Subang, Bandung Barat, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Garut, dan Ciamis.  

“Saya sangat berharap melalui kegiatan Rakor ini dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih erat dan sinergis antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota dengan Dinas Provinsi serta Direktorat Jenderal Kemendagri, sehingga dapat dihasilkan solusi terbaik untuk mengatasi kendala-kendala yang ada di lapangan secara bersama-sama,” kata Demiz.

Demiz juga menekankan agar instansi pelaksana terkait dapat segera menyelesaikan pemutakhiran Kartu Keluarga. Data tersebut bisa menghasilkan database kependudukan yang akurat dan mutakhir untuk mencapai target cakupan Akta Kelahiran anak usia 0-18 tahun sebesar 85% pada akhir 2017.

Berdasarkan hasil konsolidasi Semester II 2016, cakupan Akta Kelahiran di Jabar sebanyak 7,66 juta orang atau sekitar 57,5% dari jumlah anak usia 0 s.d 18 tahun sebanyak 13,3 juta orang. Untuk itu, Demiz mengatakan Disdukcapil dan instansi terkait harus fokus pada dua hal. Pertama, anak yang sama sekali belum memiliki Akta Kelahiran. Ke dua, anak yang sudah memiliki namun penerbitannya tidak menggunakan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), sehingga datanya belum masuk dalam database Kependudukan.

“Saya juga mendorong seluruh instansi pelaksana di Jabar untuk senantiasa menyamakan visi serta terus memperkuat komitmen dan internal organisasi, dalam rangka menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan,” ujar Demiz.

Hal tersebut, lanjut Demiz, sesuai dengan paradigma pelayanan prima, yaitu pelayanan 10 menit, 30 menit, 50 menit dan paling lama satu hari mesti jadi atau kita sebut Program Semedi. Untuk pelayanan dokumen Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Surat Pindah, dan Kartu Keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Jabar, Abas Basari, mengungkapkan penyebab masih banyaknya penduduk Jabar yang belum melakukan perekaman. Hal ini karena masih terbatasnya sarana dan prasarana.

Sarana dan prasarana tersebut meliputi jumlah printer masih belum sesuai kebutuhan, alat perekam banyak yang tidak berfungsi, terbatasnya sumber daya manusia dari segi kualitas dan kuantitas, terbatasnya anggaran, serta sering terjadinya gangguan jaringan dan pendistribusian blanko.* wnn

 

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    30 Juli 2017 | 13:50 WIB

    Penyegaran Organisasi, Pejabat di Pemprov Jabar Digeser

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher),  melantik sebanyak 238 pejabat struktural Eselon III dan IV, berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 821.28/Kep. 674-BKD/2017, tanggal 27 Juli 2017, ...

  • Pemerintahan
    30 Juli 2017 | 13:47 WIB

    Gubernur Jabar Raih Penghargaan dari IAEI

    JAKARTA, (WN.net) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), dianugerahi penghargaan sebagai kepala daerah penggerak ekonomi syariah, dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Jumat (28/7) ...

  • Pemerintahan
    27 Juli 2017 | 19:48 WIB

    Program Keluarga Harapan Entaskan Kemiskinan

    BANDUNG, (WN.net) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial menggelar acara pertemuan tahunan atau Annual Summit Program Keluarga Harapan (PKH) Jabar 2017 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jalan Tamansari Kota Bandung, ...

  • Pemerintahan
    27 Juli 2017 | 19:37 WIB

    Aher Lantik 453 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

    BANDUNG, (WN.net) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), melantik dan mengambil sumpah jabatan 453 Pejabat Fungsional Pemprov Jawa Barat   di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No. 1, Bandung, Kamis ...

  • Pemerintahan
    25 Juli 2017 | 07:06 WIB

    Aher Lantik Kepala BPKP Jabar

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), selaku wakil dari pemerintah melantik Iman Achmad Nugraha sebagai kepala perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jabar di Aula Barat ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net