BANDUNG, (WN.net) – Institut Teknologi Bandung baru saja menyelenggarakan Wisuda Ke Tiga Tahun Akademik 2016/2017. Seperti halnya pada wisuda-wisuda sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA kembali memberikan pidato sambutan bagi seluruh wisudawan, keluarga serta para tamu undangan yang hadir. Pidato yang disampaikan pada hari Sabtu (22/7) di Gedung Sasana Budaya Ganesa itu berjudul “Meneropong dan Menyiapkan Masa Depan”. Lewat pidato tersebut, Rektor ITB mengajak seluruh hadirin berjalan-jalan ke masa depan dengan sajian data dan fakta yang ciamik.
Pidato tersebut dimulai dengan paparan Prof. Kadarsah terkait pendapat para ahli mengenai masa depan dunia. Beliau mengutip pendapat dari Daniel H. Pink, seorang penulis terkenal abad 21 yang pernah menjabat sebagai Wakil Produser Eksekutif saluran National Geographic. Menurut Pink dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 2005 dengan judul A Whole New Mind: Why Right-brainers will Rule the Future, perkembangan dunia dapat dibagi kedalam 4 era, yakni: (1) era agraria, (2) era industri, (3) era informasi, dan (4) era konseptual. Kita sendiri kini berada dalam pergerakan menuju era konseptual dari era informasi dengan adanya pembangunan ekonomi dan masyarakat yang berbasis pada empathic dan inventive.
Mengutip laporan dari Forbes pada tahun 2016, Prof. Kadarsah menyampaikan beberapa jenis teknologi yang diperkirakan akan tetap dominan hingga di masa yang akan datang. Pertama ialah IoT (Internet of Things) dan smart home tech yang merupakan perluasan dari konektivitas internet dan teknologi rumah cerdas. Teknologi semacam ini contohnya bangunan cerdas yang mampu melakukan optimalisasi energi sendiri, lampu yang mampu mengontrol pencahayaan sesuai kecerahan cuaca, dan kulkas yang mampu memberitahu isi didalamnya kepada sang pemilik hanya melalui koneksi internet atau fasilitas SMS.
Jenis teknologi kedua yang dibahas oleh Rektor ITB ialah teknologi AR dan VR (Augmented and Virtual Reality). Teknologi ini merupakan penggabungan antara dunia nyata dan dunia maya, seperti misalnya orang dapat berlibur ke daerah bersalju dari dalam rumah atau mencoba beberapa jenis baju secara online tanpa harus memegang bajunya secara fisik. Teknologi yang sudah banyak ditemukan di berbagai jenis permainan (game) ini bahkan sudah banyak digunakan dalam dunia medis dan militer.
“Saya ingatkan kembali bahwa untuk menghadapi masa depan yang diperlukan bukan hanya rasio, namun rasa, raga dan religi juga merupakan modal yang penting,” tutur Rektor ITB kepada para wisudawan.
“Teruslah berkarya dan jadilah pemimpin, baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan bangsa. Tetaplah teguh untuk berjalan di jalan yang benar. Semoga niat baik kita akan menghasilkan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta serta selalu mendapat ridho dari Allah SWT,” tutup Prof. Kadarsah.* wnn
