Wibawa News


  • 13 Juni 2019 | 14:26 WIB
  • 00055 Kali Dilihat

UIN SGD-Kanwil Kemenag Jabar Siap Lahirkan Sarjana Ulama Zaman Now

 UIN SGD-Kanwil Kemenag Jabar Siap Lahirkan Sarjana Ulama Zaman Now
Rapat Koordinasi Persiapan PBSB Dalam Negeri Provinsi Jawa Barat Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Hotel Mutiara Bandung, Rabu (12/6/2019).

BANDUNG, (WN.net) -- Melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang dilakukan antara UIN SGD Bandung dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, upaya mencetak sarjana ulama zaman now dan mengangkat marwah santri bermartabat akan segera terwujud.

Pernyataan itu disampaikan Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., didampingi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Ahmad Luthfi, M.M.; Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Jaenudin, M. Ag.; Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.; Wakil Dekan I, Dr. Mulyana, Lc., M.Ag.; dan Wakil Dekan II, Dr. Wawan Hernawan, M.Ag., dalam acara Pembukaan Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan PBSB Dalam Negeri Provinsi Jawa Barat Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Hotel Mutiara Bandung, Rabu (12/6/2019).

Rektor menuturkan keberadaan sarjana ulama zaman now yang berasal dari santri, lulusan pondok pesantren sangat  dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, karena mereka menggunakan teknologi dalam melakukan dakwahnya.

Rektor mengatakan tahapan untuk mencetak ulama zaman now terus ditingkatkan dan ditempuh prosesnya.

Bagi Rektor, konsep ini tidak hanya untuk mencetak kiai, ulama biasa, tapi bertujuan untuk membentuk, mengader, dan menghasilkan kiai, ulama yang benar-benar memahami ilmu agama dan melek dengan perkembangan zaman dan teknologi.

"Oleh karena itu, kami sebut sebagai sarjana ulama zaman now. Salah satu cara menyiapkannya melalui PBSB," tegasnya.

Perluas Akses Santri

PBSB menjadi bagian dari afirmasi Kemenag dalam memperluas akses santri untuk mendapatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi terbaik. Kebijakan ini didasarkan pada fakta posisi strategis pesantren dalam ikut mencerdaskan dan menjaga kedamaian  kehidupan bangsa.

Mengingat peran besar pesantren berkontribusi dalam peningkatan akses partisipasi pendidikan masyarakat telah diakui semua pihak. Namun hal ini perlu ditindaklanjuti dengan usaha untuk meningkatkan mutu dan kapasitas kelembagaaan pendidikan, bahkan terhadap komunitas pesantren, khususnya santri.

Rektor menegaskan, pemberian beasiswa pada santri yang secara ekonomi kurang mampu, tapi bersemangat untuk melanjutkan kuliah dan belajar agama dengan sungguh-sungguh dapat meningkatkan marwah santri yang unggul dan bermartabat.  

"Setelah diterima di UIN SGD Bandung, mereka di siang hari kuliah dan malamnya kembali ke Rumah Al-Quran di bawah asuhan profesor dan doktor muda untuk mondok, menimba, dan memperdalam ilmu-ilmu keislaman," paparnya.

Selama kuliah mereka akan mendapatkan pendidikan umum, teknologi informasi, dan ilmu agama. Segala kajian dan ilmu-ilmu kontemporer diajarkan. Misalnya, fiqih tentang lingkungan, fiqih tentang lalu-lintas, dan lain sebagainya. Sedangkan di Rumah Al-Quran mereka diasuh oleh profesor yang didampingi doktor-doktor tetap mempelajari kitab-kitab klasik. 

Dengan metode ini, Rektor yakin nantinya mahasiswa mampu berdakwah dengan cara cepat di masyarakat modern yang serba menggunakan teknologi. Sebagai contoh pada saat menerangkan ayat-ayat tentang dahsyatnya kiamat, dengan kemampuan teknologi yang dimiliki mahasiswa mampu menampilkan animasi yang menggambarkan peristiwa tersebut. 

 

"Dengan begitu, penjelasannya akan lebih cepat dapat dimengerti, sehingga lulusan UIN SGD, yakni sarjana ulama zaman now ini siap bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sangat memegang teguh falsafah telur ayam daripada telur bebek,” ujarnya.

Kabid PD Pontren, H. Abubakar Sidik, menjelaskan seleksi PBSB ini merupakan agenda tahunan dari Direktur PD Pontren Kemenag RI.

Sudah beberapa tahun belakangan ini, Kanwil Kemenag Jawa Barat mengadakan kerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk pelaksanaan PBSB.

"Saya harap Rakor ini dapat membahas berbagai hal yang penting dan harus dilaksanakan pada saat seleksi nanti. Selain itu menyamakan visi misi antara Kanwil Kemenag Jabar dan UIN SGD sehingga dapat tercipta dan terjalin kerja sama yang baik," paparnya.

Ketua Panitia Penyelenggaraan PBSB DN Tingkat Provinsi Jawa Barat, H. Aep Tata Suryana, menambahkan santri yang akan mengikuti PBSB berjumlah 700 orang dari hasil seleksi administrasi dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.024 orang.

"PBSB dilaksanakan pada 18 Juni 2019 di Gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung dengan kepanitiaan dan pengawas berjumlah 115 orang yang berasal dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan UIN SGD Bandung," terangnya.* wnn

Berita Lainnya

  • Pendidikan
    17 Juli 2019 | 08:32 WIB

    Disdik KBB Terapkan Program Penguatan SMP

    KBB, (WN.net)  - Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang unggul dan berkarakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang SMP telah menerapkan tiga program, ...

  • Pendidikan
    13 Juni 2019 | 14:22 WIB

    Hari Pertama, Pendaftar Ujian Mandiri UIN SGD Bandung Capai 1.603 Orang

    BANDUNG, (WN.net) – Pendaftar pada hari pertama penerimaan mahasiswa baru (PMB) UIN SGD Bandung melalui jalur Ujian Mandiri (UM) mencapai 1.603 orang. "Jumlah itu sejak dibuka pendaftaran pada 11 Juni 2019 ...

  • Pendidikan
    13 Juni 2019 | 14:19 WIB

    Dosen UIN SGD Jadi Mitra Pendamping Desa Sejahtera Astra Internasional

    BANDUNG, (WN.net) -- Lia Kamelia, S.Si., MT, dosen Fakultas Sains dan Teknologi  (FST) UIN SGD Bandung, beserta tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LP2M) terpilih ...

  • Pendidikan
    28 Mei 2019 | 15:30 WIB

    6.240 Peserta Ikuti Tes UMPTKIN 2019

    BANDUNG, (WN.net) -- Sebanyak 6.240 peserta mengikuti tes Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2019 yang digelar di lingkungan UIN SGD Bandung, Selasa (28/05/2018). Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. ...

  • Pendidikan
    24 Mei 2019 | 20:21 WIB

    23 Mahasiswa UIN SGD, KKN Internasional ke Malaysia

    BANDUNG, (WN.net) -- Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag. dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Ramdani Wahyu ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net