BANDUNG, (WN.net) -- Komisi V DPRD Jawa Barat kecewa terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar yang tidak dapat menanggapi secara konkret berkaitan dengan evaluasi APBD Tahun 2015 terkait dana hibah untuk pembinaan atlet Jabar. Pasalnya, realisasi dana hibah terkait standar biaya KONI Jabar yang mengatur tunjangan pengurus angkanya dapat dikatakan fantastis.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, mengatakan seharusnya KONI dapat mempertanggungjawabkan secara faktual berkaitan dengan realisasi anggaran tersebut. Bahkan dari pemaparan pun angkanya cenderung tidak efisien atas pengunaannya, sehingga dewan mensinyalir adanya rekayasa fakta soal realisasi anggaran.
“Kalau tidak dapat memberikan penjelasan sesuai dengan faktanya, sulit untuk menyimpulkan efisien dan tidaknya,” ujar Untung di DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat lalu.
Dia menambahkan, seyogyanya hasil evaluasi penggunaan ataupun realisasi anggaran disertai dengan data konkret untuk dapat dianalisis lebih jauh oleh dewan, sebab lampiran laporan tersebut akan dibahas di Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Jabar tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2015.
“Dengan kata lain, hasil laporan ini akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi V lainnya, Rustandi menyayangkan pengurus KONI tidak dapat menunjukkan laporan terperinci soal penggunaan anggaran terkait dana hibah yang mencapai Rp8,5 M. Temuan ini sangat riskan atas dugaan penyelewengan dana hibah. Meskipun secara yuridis dewan tidak berkompeten untuk mengaudit anggaran, tetapi secara peraturan dan fungsi lembaga legislatif berhak untuk mengawasi kinerja lembaga eksekutif.
“Kami tanyakan kepada KONI anggarannya ada, tetapi rinciannya tidak dapat dijelaskan. Padahal kami berhak secara undang-undang untuk menanyakan itu,” ujar Rustandi.
Kendati demikian, Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachry, memberikan kesempatan kepada KONI untuk memenuhi permintaan dewan dalam melengkapi laporan disertai bukti fisik penjelasan penggunaan anggaran tersebut. Pasalnya, jika hanya berdasarkan pemaparan dari KONI hanya akan menimbulkan permasalahan baru.
“Terkait rincian anggaran, kami tunggu kesanggupannya di minggu depan agar dapat dipenuhi,” pungkas Syamsul. * ajat dw
