KAB. BANDUNG BARAT, (WN.net) – Provinsi Jawa Barat membutuhkan ruang kelas baru (RKB) hingga 5.000 untuk sekolah tingkat SMA/SMK se-Jawa Barat. Ada sekitar 170.000 siswa/siswi SMP dari seluruh Jawa Barat yang tidak bisa mengenyam bangku SMA/SMK karena kurangnya ruang kelas.
“Tahu ga berapa banyak murid SMP yang tidak bisa diterima di SMA? Ada 170 ribu orang ga punya tempat. Jadi harus bisa dibangun minimal lima ribu ruang kelas baru dan unit sekolah baru,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), usai berkunjung ke SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) dan SMA Negeri 1 (SMAN 1) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/9).
Apabila 5.000 RKB ini bisa terealisasi, akan bisa menampung hingga 150.000 siswa/siswi SMP. Selain upaya pembangunan RKB, Pemprov Jabar akan mendorong pengembangan SMA Terbuka yang bisa menampung 100.000 peserta didik per tahunnya serta kerja sama dengan pondok pesantren.
“Tapi nanti yang SMA Terbuka hanya untuk orang yang berumur 18 tahun ke atas. Selain itu, kita memanfaatkan kerja sama dengan pesantren. Kita kasih RKB (ke pesantren), lalu mereka bisa buat SMA/SMK. Jadi SMA/SMK berbasis pesantren, karena betapa pentingnya pendidikan berbasis agama sekarang ini,” papar Wagub.
Dalam kunjungan kerja ini, Wagub sempat meninjau program pendidikan yang dilakukan di SMKN PP Lembang. Di SMK ini para siswa diberikan pelajaran, tidak hanya ilmu pengetahuan tentang pertanian, seperti budidaya produk, namun juga pemasaran atau wirausahanya.
“Mereka (SMKN PP Lembang) mengembangan jiwa kewirausahaannya dengan produk-produk pertanian yang ada, kemudian setelah keluar – kalau kerja sama dengan Pemprov Jabar dan UKM kita akan support juga dengan Kredit Cinta Rakyat, supaya di masyarakat mereka bisa jadi pengusaha,” ungkap Wagub.
Salah satu produk pertanian yang menonjol di SMKN PP Lembang, yaitu Jeruk Dekopon. Jeruk hasil persilangan antara Jeruk Bagong dengan Jeruk Bali ini bisa dijual dengan harga Rp100 ribu – Rp120 ribu per buah karena ukurannya yang besar. Dalam satu pohon jeruk ini bisa penen hingga 40 kg, sehingga dalam satu pohon bisa menghasilkan Rp4 juta.
“Jadi kalau punya enam pohon sama dengan memiliki satu hektar sawah. Bisa panen atau berbuah sepanjang tahun,” tutur Wagub.
Di SMA Negeri 1 Lembang, Wagub sempat terpukau dengan grup Orchestra dari sekolah ini. Banyak program ekstrakulikuler yang dikembangkan di sekolah ini, selain musik, seperti teater, fotografi, majalah sekolah, dan lainnya. Pihak sekolah perlu terus mendorong potensi kreativitas para siswa ini agar bisa terlibat dalam era ekonomi kreatif seperti saat ini.
“Keterampilan-keterampilan ekskul ini sangat penting agar ada pilihan. Di sini (SMAN 1 Lembang) ekskulnya luar biasa. Tinggal didorong bagaimana kewirausahaannya. Jadi, bukan hanya produknya sendiri, tapi juga bisa produk orang lain yang kita buat network-nya. Sekarang era digital,” pungkas Wagub.* kf
