SOREANG, (WN.net) -- Pihak kepolisian Polres Bandung akan bertindak tegas terhadap pihak tertentu yang akan mengintimidasi atau menghalang-halangi warga yang akan menyalurkan aspirasinya pada pelaksanaan Pemilu 17 April 2019.
Sebagai antisipasi terhadap tindakan intimidasi itu, pihak Polres Bandung akan menempatkan petugas di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah Kabupaten Bandung berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Kami akan menempatkan petugas kepolisian bila terjadi intimidasi oleh pihak tertentu yang mengakibatkan masyarakat tidak berani keluar rumah karena takut dan dihalangi oleh orang tertentu supaya tidak memberikan hak suaranya," kata Kabag Dalops Polres Bandung, Kompol Warsito, usai menghadiri acara Sosialisasi Peran Satpol PP dalam rangka pengamanan Pemilu 2019, di Gedung Korpri, Rabu (10/4/2019).
Pihak kepolisian sebagai penegak hukum,, tutur Warsito, selalu siaga untuk mengatisipasi dari berbagai kemubgkinan yang bakal terjadi pada pelaksanaan Pemilu.
"Kita sebagai kepolisian under astimit untuk mengantisipasi kemukinanan hal semacam itu terjadi," tutur Warsito.
Selain itu, papar Warsito, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini Polri, khususnya Polres Bandung, telah melakukan kegiatan. Namanya kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, seperti sholat berjemaah di mesjid, kemudian memberikan pembinaan kepada masyarakat agar memberikan haknya di TPS masing-masing, sehingga masyarakat tidak golput.
Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019 ini akan menempatkan anggotanya di setiap wilayah.
Disampaikan Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP, Benny Ardiansyah, pihaknya akan melibatkan 500 personil Satpol PP, Linmas siaga 155 personil, dan Linmas siap 5,600 personil. Penempatan itu dilakukan di semua titik, termasuk titik-titik rawan.
Pengamanan untuk pelaksanaan pemilu di Kabupaten Bandung, tutur Beny, akan dilakukan di semua wilayah kecamatan.
"Sudah disampaikan untuk membantu melakukan pengamanan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Di setiap desa ada Linmas, Pamja dan Pamsung, dan hari ini untuk pendistribusian logislitik, kami meminta anggota yang ada di lapangan untuk membantu pengamanan di masing-masing TPS," kata Beny.
Sedangkan untuk daerah rawan bencana seperti banjir, akan menempatkan petugas pengamanan di masing-masing wilayah.
"Untuk pengamanan di rawan bencana akan di BKO-kan dari kecamatan lainnya, terutama untuk membantu distribusinya," papar Beny.* deddyra
