KBB, (WN.net) -- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara kontinu melakukan pelayanan kesehatan terhadap hewan peliharaan. Bahkan pelayanan dilakukan ke rumah-rmnah sesuai pengaduan masyarakat.
Pelayanaan kesehatan hewan ini dilakukan setiap tahun, bukan saja pada event atau acara rangkaian Hari Jadi KBB, tapi dilakukan secara terus-menerus di luar itu.
"Kami selalu mengadakan pelayanan kesehatan hewan kesayangan milik masyarakat Bandung Barat, seperti di Kota Baru Parahyangan dan perumahan-perumahan,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB , Undang Husni Tamrin, Selasa (25/6/2019).
Menurutnya, petugas lapangan selalu datang ketika ada aduan dari masyarakat yang meminta pelayanan.
"Kita sudah menyiapkan contack cente., Masyarakat bisa melakukan aduan melalui contack center dan media sosial,” ujar Undang
Undang menyebutkan, pihaknya selain melayani masyarakat di tempat-tempat tertentu, atau bisa datang juga ke rumah ketika dimintai pelayanan. Rata-rata yang mereka minta pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan dan vaksin agar tidak berkutu.
Sampai saat ini, kata Undang, ada sembilan dokter hewan dan empat belas paramedis yang sudah disiapkan untuk menangani penyakit hewan.
“Alhamdulillah respon dari masyarakat Bandung Barat yang memiliki hewan kesayangan cukup antusias dan proaktif dalam meminta pelayanan kesehatan hewan,” jelasnya
Hewan yang mereka bawa untuk ditangani, kata Unang, di antaranya anjing, kucing, musang, monyet agar terhindar dari penyakit hewan, seperti rabies. Dengan pencegahan ini, hewan bebas dari penyakit yang dapat menular terhadap manusia.
Selain hewan bukan budidaya, Dinas Perikanaan dan Peternakan secara intensif memverifikasi hewan ternak lainnya yang masuk dari luar daerah dan keluar dari daerah Bandung Barat, seperti hewan sapi.
Verifikasi itu bertujuan mengecek kesehatan sapi tersebut, sehingga sapi yang masuk dan keluar tidak terjangkit penyakit.
“Sapi yang masuk dari daerah lain ke Bandung Barat dan sapi yang keluar Bandung Barat kita cek kesehatannya, sehingga tidak membawa penyakit. Mmasyarakat yang akan mengonsumsi dagingnya juga dijamin aman dari penyakit.” pungkas Undang.* buhori/dr
