- Gubernur Komandokan Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016
KAB. BANDUNG BARAT, (WN.net)-- Target produksi padi Jawa Barat tahun ini tetap dipertahankan 12,068 juta ton dari target tanam padi 2,022 juta hektar, meskipun kemarau panjang sempat menghadang.
Diakui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), kemarau panjang yang menyebabkan lahan mengalami kekeringan mencapai 122 ribu hektar dan puso hingga 49 ribu hektar, sehingga produksi padi Jabar sempat diprediksi turun. Tetapi, sejumlah gerakan dilalukan sehingga tidak terjadi penurunan produksi secara tajam.
“Di tahun ini, kami lalukan kegiatan seperti Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dengan fasilitas bantuan sarana produksi. Juga, sistem tanam jajar legowo dan pertemuan kelompok pada seluruh areal program sebagai instrumen stimulan disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan, dan pemantauan oleh berbagai pihak," kata Aher, setelah melakukan Komando Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016 untuk tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12).
Kegiatan dilakukan antara lain bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Hadi Prasojo; Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto; dan Bupati Bandung Barat, Abubakar.
Program tersebut membuat lahan sawah setiap tahun ditanami padi antara 2-2,1 juta hektar atau intensitas pertanaman (IP) Jabar sebesar 2,15 kali (tertinggi dibanding nasional sebesar 1,7 kali). Di sisi lain, produktivitas padi Jabar dapat meningkat 5,9 ton/ha atau di atas produktivitas nasional sebesar 5,1 ton/ha, sehingga Jabar tetap menjadi kontributor padi nasional sebesar 17%.
Selain itu, kata Aher, luas panen tetap ditargetkan 1,94 juta hektar dengan produktivitas 62 gabah kering per hektar. Selain karena program intensifikasi, hujan mulai turun dengan puncaknya terjadi pada Januari dan Februari 2016 versi BMKG.
Aher melanjutkan, gerakan tanam serentak hari itu yang juga didukung TNI dan Polri bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurut Gubernur, gerakan tanam serentak ini memiliki fungsi lain selain untuk meningkatkan produksi padi dan swasembada pangan.
"Tanam serentak ini punya fungsi yang baik, pertama mudah untuk mengukur berapa padi yang ditanam dan padi yang akan dipanen. Ke dua, mudah mengantisipasi hama pengganggu tanaman," ujar Gubernur, seraya menambahkan gerakan ini juga bertujuan membangun ketahanan pangan.
Pada kesempatan ini, Gubernur pun menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang tahun ini tidak melakukan impor beras. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pada tahun ini Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional, serta kebijakan impor beras yang saat ini hanya bisa dilakukan oleh pihak Bulog.
Untuk itu, guna mendukung hal tersebut Gubernur pun meminta kepada para petani dan seluruh pemangku kepentingan agar bisa mempertankan dan memelihara secara baik lahan pertanian yang ada saat ini. Namun, tidak hanya ketahanan pangan demi terwujudnya swasembada pangan nasional, kesejahteraan hidup para petani juga tetap harus diperhatikan dan ditingkatkan.
"Petani harus dibela terus menerus dan harus dirumuskan kesejahteraan bagi para petani. Ketahanan pangan itu ada manakala ada ketahanan pertanian juga," kata Aher.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Diden Trisnadi, mengatakan gerakan tanam padi untuk musim tanam 2015-2016 ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kabupaten di Jabar, terutama di daerah Timur dan pantura, seperti Kabupaten Subang, Indramayu, dan Karawang. * ajat dw
