Wibawa News


  • 07 Desember 2015 | 14:35 WIB
  • 00310 Kali Dilihat

Jabar Targetkan Produksi 12 Juta Ton Padi

 Jabar Targetkan Produksi  12 Juta Ton Padi
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Hadi Prasojo; Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto; dan Bupati Bandung Barat, Abubakar, mengomandokan Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016 untuk tingkat Provinsi Jabar di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12).

  • Gubernur Komandokan Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016

KAB. BANDUNG BARAT, (WN.net)-- Target produksi padi Jawa Barat tahun ini tetap dipertahankan 12,068 juta ton dari target tanam padi 2,022 juta hektar, meskipun kemarau panjang sempat menghadang. 

Diakui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher),  kemarau panjang yang menyebabkan lahan mengalami kekeringan mencapai 122 ribu hektar dan puso hingga 49 ribu hektar, sehingga produksi padi Jabar sempat diprediksi turun. Tetapi, sejumlah gerakan dilalukan sehingga tidak terjadi penurunan produksi secara tajam.

“Di tahun ini, kami lalukan kegiatan seperti Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dengan fasilitas bantuan sarana produksi. Juga, sistem tanam jajar legowo dan pertemuan kelompok pada seluruh areal program sebagai instrumen stimulan disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan, dan pemantauan oleh berbagai pihak," kata Aher, setelah melakukan Komando Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016 untuk tingkat Provinsi Jawa Barat  di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12). 

Kegiatan dilakukan antara lain bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Hadi Prasojo; Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto; dan Bupati Bandung Barat, Abubakar. 

Program tersebut membuat lahan sawah setiap tahun ditanami padi antara 2-2,1 juta hektar atau intensitas pertanaman (IP) Jabar sebesar 2,15 kali (tertinggi dibanding nasional sebesar 1,7 kali). Di sisi lain, produktivitas padi Jabar dapat meningkat 5,9 ton/ha atau di atas produktivitas nasional sebesar 5,1 ton/ha, sehingga Jabar tetap menjadi kontributor padi nasional sebesar 17%.

Selain itu, kata Aher, luas panen tetap ditargetkan 1,94 juta hektar dengan produktivitas 62 gabah kering per hektar. Selain karena program intensifikasi, hujan mulai turun dengan puncaknya terjadi pada Januari dan Februari 2016 versi BMKG.

Aher melanjutkan, gerakan tanam serentak hari itu yang juga didukung TNI dan Polri bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurut Gubernur, gerakan tanam serentak ini memiliki fungsi lain selain untuk meningkatkan produksi padi dan swasembada pangan.

"Tanam serentak ini punya fungsi yang baik, pertama mudah untuk mengukur berapa padi yang ditanam dan padi yang akan dipanen. Ke dua, mudah mengantisipasi hama pengganggu tanaman," ujar Gubernur, seraya menambahkan gerakan ini juga bertujuan membangun ketahanan pangan.

Pada kesempatan ini, Gubernur pun menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang tahun ini tidak melakukan impor beras. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pada tahun ini Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional, serta kebijakan impor beras yang saat ini hanya bisa dilakukan oleh pihak Bulog.

Untuk itu, guna mendukung hal tersebut Gubernur pun meminta kepada para petani dan seluruh pemangku kepentingan agar bisa mempertankan dan memelihara secara baik lahan pertanian yang ada saat ini. Namun, tidak hanya ketahanan pangan demi terwujudnya swasembada pangan nasional, kesejahteraan hidup para petani juga tetap harus diperhatikan dan ditingkatkan.

"Petani harus dibela terus menerus dan harus dirumuskan kesejahteraan bagi para petani. Ketahanan pangan itu ada manakala ada ketahanan pertanian juga," kata Aher.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Diden Trisnadi, mengatakan gerakan tanam padi untuk musim tanam 2015-2016 ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kabupaten di Jabar, terutama di daerah Timur dan pantura, seperti Kabupaten Subang, Indramayu, dan Karawang. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net