- Pemkab Bandung Gelar Rapat Koordinasi Kewaspadaan Terorisme
SOREANG, (WN.net) -- Secara geografis, Provinsi Jawa Barat dipandang sebagai tempat strategis bagi terorisme. Pasalnya, Jabar selain masyarakatnya ramah, penduduknya mayoritas muslim.
"Jawa Barat selain dijadikan tempat perekrutan, persembunyian, juga dijadikan tempat penyuplai terorisme, khususnya ISIS," kata Staf Ahli Badan Intelegen Nasional (BIN) Jabar, Iwa Kustiwa, dalam Rapat Koordinasi Kewaspadaan Terorisme di Wilayah Kabupaten Bandung, di Gedung Moh. Toha, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (20/1).
Hadir Pj. Bupati Bandung, Pery Soeparman, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofiyan Nataprawira, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Anang Sosanto, Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, unsur TNI, Kejaksaan Negeri Bale Bandung, MUI, SKPD, para camat, Kaspoksek dan lainnya.
Menurut Iwa Kustiwa, ISIS dalam perkembanganya di Jabar terbilang pesat. Sebagai penyuplai wilayah Asia Tenggara, untuk dikirim ke Raffah, Suriah.
"Kalau tanya Bahrumsyah, dia adalah tokoh ISIS Asia Tenggara, sebagai otak bom Tamrin, dia tokoh ISIS Suriah untuk wilayah Asia Tenggara," ujar Iwa Kustiwa.
Dijelaskan Iwa, wilayah operasi personilnya diambil dari negara asal tokoh tersebut. Mereka ditampung di Raffah, untuk kemudian dilatih, dan melakukan aksi teror.
Iwa juga mengatakan, secara ideologi ISIS erat kaitanya dengan paham Negara Islam Indonesia (NII). Jejak Kartosuwiryo, untuk mendirikan Negara Islam Indonesia tidak hilang.
"Tujuannya ingin mendirikan negara Islam, malah belakangan berkembang ada negara Islam Nusantara," kata Iwa Kustiwa.
Pergerakannya, kata Iwa, mulai dari Thailan, Malaysia, Brunai, Philipina.
"Pergerakannya bukan lokal lagi, tapi sudah global, bahkan masuk ke Australia, jadi luar biasa," kata dia.
Pengikut-pengikutnya, simpatisanya, keluarga Kartosuwiryo, tutur Iwa Kustiwa, mereka terus melakukan kegiatan, baik melalui organisasi atau kegiatan lain untuk mendirikan negara Islam.
Untuk mengatisipasinya, tutur Iwa Kustiwa, tidak hanya melibatkan aparat kemanan atau RT-RW lagi, tapi oleh seluruh masyarakat.
"Masyaraskat harus waspada, bila ada orang yang mencurigakan segera laporkan, kita harus menjaga NKRI dan Pancasila adalah harga mati," kata Iwa Kustiwa.
Sebelumnya, Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, menyatakan wilayah hukum Polres Bandung, menjadi salah satu penyumbang pelaku terorisme. Hal itu, karena beberapa tahun terindikasi dengan banyaknya penangkapan terduga terorisme yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror.
Menurut Erwin, dari sejumlah aksi teror di Indonesia, hampir 90 persen pelakunya dari Jabar, di antaranya merupakan anggota dan simpatisan ISIS dan Al Qaeda.
Warga Kabupaten Bandung yang terindentifikasi jaringan teroris, yaitu di antaranya Enceng Kurniawan, warga Cikaro, Nagreg, ditembak mati Tim Desus 88. Budi Syarif, warga Kp. Sukamulya Banjaranwetan, tewas ditembak saat penggerebegan di belakang Pesantren Albasyariah, Margaasih, Helmy warga Tenjolaya, Pasirjambu, telah dihukum enam tahun dan kini telah bebas dan dalam pengawasan.
Kemudian yang masuk jaringan ISIS, Hari Gunawan, Cikoneng, Bojongsoang, yang diduga berangkat ke Suriah pada 2013, bersama anak istri menggunakan visa belajar, Adang warga Pameutingan, Baleendah, ke Suriah bersama istri dan enam anaknya, diduga dia tetlibat jaringan ISIS, tetangganya Dudu Kuswon, dan Aisyahnaz Yasin, warga Rancakusumba, Solokanjeruk ke Suriah dan diduga masuk ISIS.
Tiga warga juga ditangkap Densus 88, diduga melakukan aksi teror belum lama ini, yaitu AS, AA, warga Ciwidey, Cimaung dan Baleendah.
Pihaknya, kata Kapolres, akan terus melakukan operasi terkait aksi terorisme agar masyarakat mendapat rasa aman dan nyaman.
Sementara itu, Pj. Bupati Bandung, Pery Suparman, mengatakan Pemkab Bandung bersama aparat keamanan akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap 11 kecamatan yang diduga rawan teroris. Namun bukan berarti yang 20 kecamatan tidak diawasi. 11 kecamatan yang mendapat pengawasan ekstra, yaitu Soreang, Pangalengan, Nagreg, Baleendah, Banjaran, Cimaung, Rancaekek, Cimenyan, Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey.
Pery mengimbau agar masyarkat waspada serta mengaktifkan Siskamling, mendata warga yang bertamu, maupun warga baru. * deddy r
