SOREANG, (WN.net) -- Jangan heran bila saat ini petugas penyidik, khususnya di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bandung, menggunakan pakaian adat saat bertugas melakukan penyidikan.
Pasalnya, Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko Nandi Putra SH. SIK. MH., telah memerintahkan anggotanya untuk menggunakan pakaian adat saat bertugas.
"Ini atas perintah pimpinan juga bahwa setiap kesatuan di Kepolisian Republik Indonesia harus kreatif, sehingga polisi itu tidak terkesan angker," kata AKP Niko kepada wartawan saat buka bersama di Gadingtutuka, Soreang, kemarin petang.
Pakaian adat ini, tutur Niko, sengaja digunakan oleh petugas khusus di lingkungan Satserse. "Pakaian adat ini tidak hanya pakaian adat Sunda, tetapi kami akan menggunakan pakaian adat daerah lain, seperti ulos dan lainnya," tuturnya.
Pimpinan Polri telah mememerintahkan jajaran kepolisian seluruh Indonesia supaya kreatif, mampu mencari terobosan dalam menjalankan tugasnya.
"Tidak hanya pakaian adat, karena setiap kesatuan berbeda. Ada yang mengelola web, dan lain sebagainya. Polwan setiap apel menggunakan kebaya. Kami di Reskrim lebih pada pakaian adat agar tidak terkesan angker," kata AKP Niko.
Tujuannya, lanjut AKP Niko, selain polisi menjadi tidak terkesan angker, juga salah satu upaya jajarannya dalam melestarikan pakaian adat Indonesia yang saat ini sudah langka digunakan masyarakat Indoneia.
Pakaian adat ini, kata Niko, digunakan jajaran Satserse Polres Bandung sudah satu minggu. Pakaian yang digunakan berupa pakaian adat Sunda berupa pangsi lengkap dengan iket kepala serta alas kaki menggunakan sandal semacam sandal jepit.
Pakaian adat ini rencananya diganti setiap satu bulan sekali dengan pakaian adat daerah lain yang ada di Tanah Air. * deddy
