Wibawa News


  • 28 Januari 2016 | 21:07 WIB
  • 00570 Kali Dilihat

Tata Ruang, Perhatian Utama Kereta Ringan Bandung Raya

 Tata Ruang, Perhatian Utama Kereta Ringan Bandung Raya
Sekda Jabar, Iwa Karniwa, bersama Kepala Bappeda Jabar, Yerry Yanuar, saat rapat pembahasan pembangunan LRT di kantor Bappeda Jabar, Rabu (27/1).

BANDUNG, (WN.net) -- Pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang akan dibangun di Bandung Raya harus memperhatikan aspek tata ruang di masing-masing kabupaten dan kota yang menjadi perlintasan.  Hal ini penting, karena menyangkut perizinan lingkungan dan rencana pengembangan masing-masing wilayah. Karena itu, sebelum merambah ke banyak aspek lainnya, pengembangan LRT harus diawali dengan integrasi perencanaan trase atau sumbu jalan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Yerry Yanuar, menegaskan hal itu saat memimpin rapat pembahasan pembangunan LRT di kantor Bappeda Jabar, Rabu (27/1). 

Penegasan serupa diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa. Pembahasan LRT tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan Jabar, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar, Dinas Perhubungan dan Bappeda di kabupaten dan kota di wilayah Bandung Raya.

“Integrasi perencanaan menjadi sangat penting, karena melibatkan sejumlah kepentingan daerah, baik kabupaten dan kota maupun perusahaan. Trase jadi penting untuk perencanaan tata ruang wilayah. Sejauh ini, baru Kota Bandung yang sudah memasukkan LRT ke dalam RTRW,” kata Yerry.

Meski begitu, Yerry menilai pembangunan LRT bukan berarti dimulai dari nol. Alasannya, pembangunan LRT merupakan transformasi atau pengembangan dari pembangunan angkutan massal di Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Transformasi juga berkaitan dengan pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta yang dilakukan pemerintah pusat.

Salah satu perubahan, sambung Yerry, berkaitan dengan pembangunan stasiun LRT yang bakal diintegrasikan dengan stasiun kereta cepat di Tegalluar, Kabupaten Bandung. Pada rencana sebelumnya, stasiun kereta ringan tidak direncanakan dibangun di Tegalluar. Melainkan di Gedebage, Kota Bandung. Begitu juga dengan stasiun lain di ujung Barat yang semula direncanakan dibangun di Cimindi dan Ciburuy menjadi bergeser ke Walini di Kabupaten Bandung Barat.

“Trase (LRT) ini berkaitan dengan koordinat wilayah. Jelas ini berkaitan dengan RTRW, apakah pembangunan tersebut sudah sesuai (dengan RTRW) atau belum. Kalau belum, maka perlu diselaraskan. Jangan sampai pembangunan LRT tidak sesuai dengan RTRW. Ini akan berimbas pada perizinan lain yang diperlukan dalam pembangunan LRT,” tandas Yerry.

Untuk keperluan tersebut, Yerry membentuk semacam panitia ad hoc untuk menyusun rancangan peraturan presiden (Perpres) yang di dalamnya mengatur pemanfaatan ruang di kabupaten dan kota yang dilintasi LRT. Melalui perpres tersebut diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih atau ketidaksuaian RTRW. Alasannya, hierarki penyusunan RTRW bersifat absolut top-down. Dengan begitu, pemerintah kabupaten dan kota harus mengikuti tata ruang yang di atasnya.

“Ketika berbicara perencanaan, maka kita harus bicara sistem. Jangan lagi bicara ego sektoral atau ego wilayah. Kesamaan kita saat ini pada trase. Trase ini harus terakomodasi dalam tata ruang di masing-masing wilayah,” tegas Yerry.

Sementara itu, Sekda Iwa Karniwa optimistis pembangunan LRT bisa bisa diwujudkan. Alasannya, konsep pembangunan moda transportasi terintegrasi ini sudah direncanakan dari jauh hari. Di sisi lain, pembangunan LRT lebih memiliki kepastian investasi karena sudah ada investor yang bersedia membiayai pembangunannya.

“Bukan tidak mungkin LRT ini lebih dulu jadi ketimbang kereta cepat,” kata Iwa. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net