Wibawa News


  • 10 Maret 2016 | 20:22 WIB
  • 01022 Kali Dilihat

Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat Disosialisasikan

 Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat Disosialisasikan

BANDUNG (WN.net) -- Setelah launching Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan di Citepus (29/2), program PABM ini mulai disosialisasikan ke OPD di Lingkungan Pemprov Jawa Barat.

Netty Heryawan menyatakan keprihatinan terhadap angka kekerasan terhadap anak cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2015, P2TP2A Jawa Barat telah menangani 946 orang yang menjadi korban kekerasan. Hal tersebut menjadi tantangan pembangunan karena terjadinya kerentanan dalam keluarga karena rendahnya kesadaran orangtua.

Kerentanan keluarga ini disebabkan oleh pernikahan dini, perceraian, ibu bekerja sebagai buruh migran, orangtua tunggal, dan pengalihan pengasuhan. Selain itu, kemiskinan yang mengakibatkan kerentanan sehingga terjadi kekerasan, penelantaran, dan pelecehan terhadap anak yang seharusnya dilindungi.

"PABM menjadi salah satu upaya preventif dan solusi atas disfungsi orientasi keluarga karena adanya kerentanan," lanjut Netty, pada Pertemuan dengan Koordinator Penyuluh Kab./Kota Se Jabar Pembahasan Tentang PABM di Aula Dinas Pertanian Provinsi Jabar, Kamis (10/3/16).

Tujuan PABM ini, tegas Netty, untuk membangun kesadaran di tengah masyarakat dengan memiliki kepedulian dan ikut melindungi anak dari kekerasan dan penelantaran. Dengan melakukan penjangkauan di setiap wilayah Posluhdes (Pos Penyuluhan Desa) sehingga terpantau mana saja anak yang mengalami kerentanan.

"Sejatinya dengan melindungi anak dari tindak kekerasan itu artinya kita telah menyelamatkan peradaban bangsa di masa depan," harapnya.

Acara yang digagas oleh Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Jawa Barat yang diikuti oleh koordinator penyuluh di UPT kabupaten kota di Jawa Barat, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat sebanyak 200 peserta. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Hukum
    29 Maret 2019 | 20:29 WIB

    250 Pelajar Menjadi Duta Hukum dan HAM

    SOREANG,  (WN.net) -- Bupati Bandung, H. Dadang M, Naser, mengukuhkan 250 perwakilan pelajar setingkat SMA/SMK/MA/SMA-LB/sederajat, menjadi Forum Pelajar Sadar Hukum (FPSH) dan Duta Hukum – Hak Asasi Manusia (HAM), Tingkat ...

  • Hukum
    06 September 2018 | 16:35 WIB

    BPD dan FMPC Laporkan Kades Citalem ke KPK

    KBB, (WN.net) -- Badan Pemerintah Desa (BPD) dan Forum Masyarakat Peduli Citalem (FMPC) Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melaporkan Kepala Desa Citalem, A. Mauludin, ke Komisi Pemberantasan ...

  • Hukum
    23 Mei 2018 | 14:21 WIB

    Wilayah PA Cimahi, Kasus Perceraian Tertinggi di Indonesia

    SOREANG, (WN.net) -- Fenomena yang satu ini tampaknya cukup mengejutkan juga. Pasalnya, ternyata kasus perceraian tertinggi di Indonesia terjadi di wilayah hukum Pengadilan Agama Cimahi. Fenomena kasus perceraian di wilayah ...

  • Hukum
    17 Juni 2016 | 19:59 WIB

    Petugas Polres Bandung Berpakaian Adat Saat Menyidik

    SOREANG, (WN.net) -- Jangan heran bila saat ini petugas penyidik, khususnya di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bandung, menggunakan pakaian adat saat bertugas melakukan penyidikan. Pasalnya, Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP ...

  • Hukum
    09 Mei 2016 | 19:24 WIB

    Aher dan Demiz Negatif Pakai Naroba

    BANDUNG, (WN.net) – Gubernur, Wagub, dan 208 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (9/5) pagi menjalani tes urine mendadak di Gedung Sate – Kota Bandung. Kegiatan yang ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net