SOREANG, (WN.net) -- Sedikit nyeleneh mungkin, apa yang diutarakan Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 39, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Kabupaten Bandung.
Dadang Naser meminta agar BUMD ini lebih kreatif dalam mengembangkan manajemen usahanya. Salah satu yang harus dikembangkan ke depan, misalnya memproduksi air kemasan yang telah diisi dengan doa-doa pesan ayat suci Al Qur'an atau bupati menyebutnya air kemasan doa kertaraharja.
"Doa pesan Al Qur'an masukan dalam air, karena air membawa pesan transparan. Insya Alloh air kemasan doa ini akan laku di pasaran," ujar Dadang M. Naser, saat memberikan sambutan pada peringatan HUT PDAM Tirta Raharja di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kamis lalu.
Bukan tanpa alasan, karena menurut Dadang, air adalah pengantar pesan. Agama di dunia termasuk Islam, menggunakan air sebagai media.
"Saya sudah membaca sebuah buku tentang air. Bila air itu murni, maka air itu akan menjadi pengantar pesan," papar Dadang Naser.
Kepada wartawan, Dadang Naser kembali mengatakan hal sama, agar PDAM memproduksi air mineral doa.
"Saya juga sakit jantung mau dioperasi, berkat air zam-zam yang didoakan oleh anak yatim, Alhamdulillah sembuh," jelas Dadang Naser.
Mungkin karena pengalaman pribadinya itu, Dadang Naser terinspirasi untuk membuat air mineral doa.
Dadang Naser menuturkan, air sangat besar mangfaatnya bagi kehidupan manusia. Namun bisa menjadi malapetaka, bila manusianya tidak bersahabat dengan alam.
"Banyak yang salah dengan kita, karena kita tidak bersahabat dengan alam. Berapa luas hutan yang dibakar dan terbakar. Berapa kubik air yang telah dicemari, sehingga air malah jadi malapetaka. Hari ini dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan dan desa akibat banjir," kata Dadang Naser.
Menurut Dadang Naser, air memiliki prospek yang sangat besar. Oleh karena itu, progress ke depan PDAM, pengelolaanya harus ditingkatkan dari lavel D menuju lavel lebih tinggi lagi. Bukan saja hanya menjual air dengan pemasangan pipa ke rumah-rumah, tetapi gelontoran air bisa disekat dan bisa menghasilkan listrik.
"Berapa mega watt listrik yang bisa dihasilkan dari gelontoran air. Selain dapat airnya, kita juga dapat mega wattnya," tutur Dadang.
Dadang Naser mengatakan, potensi air Kabupaten Bandung sangat besar. Bahkan Kota Bandung juga disuplai dari Kabupaten Bandung, termasuk Cimahi.
Saat ini 76% air bersih yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bandung, sebanyak 23% disuplai oleh SPAM (Sistem Pelayanan Air Minum) PDAM Tirta Raharja dan sisanya 53% oleh SPAM perdesaan. Saat ini juga sedang dikembangkan SPAM PDAM di Gambung dan Kertasari.
Direktur Utama PDAM Tirta Raharja, H. Rudie Kusmayadi, BE., M.Si., mengatakan pelayanan Tirta Raharja meliputi tiga wilayah administrative, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi. Sampai tahun 2015 jumlah sambungan langganan mencapai 82.251 SL atau cakupan pelayanan mencapai 11.56% dari total penduduk 5,6 juta lebih jiwa dan cakupan wilayah mencapai 27,97% dari jumlah penduduk wilayah pelayanan 2,332 juta lebih jiwa.
“Sampai 2019 diharapkan jumlah pelanggan mencapai angka lebih dari 100 ribu sambungan rumah. Artinya, PDAM Tirta Raharja akan mengubah statusnya dari tipe D ke tipe E," kata Rudie.
Untuk prioritas pengembangan, yaitu SPAM Gambung dengan serapan sambungan langganan 40 ribu SL (Kabupaten Bandung 32.500 SR dan Kota Cimahi 7.500 SR), serta SPAM Kertasari dengan serapan langganan 40 ribu SL. * deddy ra
