Wibawa News


  • 18 April 2016 | 18:37 WIB
  • 00324 Kali Dilihat

Dari 290 Ribu Koperasi, Hanya 66 Ribu yang Bertahan

 Dari 290 Ribu Koperasi, Hanya 66 Ribu yang Bertahan
Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Organisasi dan Koperasi, yang digelar di Hotel Citra Dream, Jalan Pasirkaliki, Bandung, Kamis (14/4). * foto deddyra

  •  Kementerian KUKM dan PWI Jabar Gelar Pelatihan Koperasi

BANDUNG, (WN.net) -- Perkoperasian di Indonesia tumbuh subur. Namun perjalanannya tidak semulus apa yang dibayangkan. Dengan berbagai tujuan, banyak masyarakat Indonesia yang serta-merta membentuk koperasi. Namun seiring waktu, koperasi yang mereka bangun hancur begitu saja.

Tercatat ada kurang-lebih 290 ribu koperasi di Indonesia saat ini. Dari jumlah itu, hanya 66 ribuan yang bertahan dan maju. Sisanya berantakan, tidak aktif, bahkan banyak yang sudah berhenti.

"Dinamika koperasi itu tinggi. Sensitif dengan orangnya, beda koki beda masakan," kata Irwansyah, dari Lembaga Pendidikan Koperasi Nasional (Lapenkopnas), narasumber saat memberikan materi bertemakan "Pengelolaan Koperasi Berdasarkan Konsep Good Cooperative Governace" pada Pelatihan Manajemen Organisasi dan Koperasi, yang digelar Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat, di Hotel Citra Dream, Jalan Pasirkaliki, Bandung, Kamis (14/4).

Pelatihan yang dihadiri Ketua PWI Provinsi Jabar, Mirza, dan jajaran pengurus ini diikuti 40 orang dari kalangan wartawan yang bernaung di PWI se-Bandung Raya, selama dua hari.

Menurut Irwansyah, banyak koperasi yang jatuh bangun karena konsentrasi pada uangnya saja, tidak pada orangnya. Padahal maju-mundurnya koperasi, sangat bergantung juga pada orangnya.

Untuk menjalankan koperasi, papar Irwansyah, harus punya tujuan jelas. Orangnya harus punya kepentingan yang sama, kemudian dibingkai dalam bingkaian ekonomi. 

"Kalau tidak punya tujuan yang jelas, keluar saja dari lingkaran koperasi, " tutur Irwansyah.

Dukatakan Irwansyah, koperasi yang maju yaitu koperasi yang sudah tidak memikirkan lagi SHU, tetapi memikirkan lingkungan sekitarnya.

"Misalnya ada orang yang butuh bantuan, kita bantu. Insya Alloh kalau kita banyak membantu akan berkembang dan perkembangnya luar biasa," tuturnya.

Mengenai jatuh-bangunnya perkoperasian di Indonesia, juga disampaikan Syarah Asina Maria S. SE dari Balai Pelatihan Tenaga Koperasi dan UMKM Provinsi Jabar dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jabar.

Menurut Syarah,  banyak bermunculan koperasi hanya untuk mendapatkan bantuan.

"Setelah ada kucuran dana, selesailah sudah. Buka lagi, ada kucuran dana lalu tutup lagi," ujarnya.

Dikatakan pula, banyak pengurus yang merasa memiliki dan parahnya lebih memiliki dananya lalu kabur. Ini yang terjadi di Indonesia, yang jadi dilematis. Koperai banyak yang berkembang, namun tidak sedikit yang membandel.

Menurut Syarah, saat ini di Jabar ada sekitar 25 ribu koperasi. Sedangkan yang aktif hanya sekitar 19 ribu.

 "Kalau ingin mendirikan koperasi, kuatkan mindset-nya dulu. Tunjukan kredibilitasnya dulu, yaitu kekeluargaan dan gotong-royong yang perlu ditanamkan sesuai azas koperasi," jelas Syarah. *  deddyra

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net