GARUT, (WN.net)) -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, meminta tim pengendali inflasi daerah (TPID) Jabar untuk mewaspadai terjadinya aksi spekulan terhadap komoditas kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan. Terlebih momentum jelang Ramadhan rawan dimanfaatkan oleh para spekulan.
Deddy juga meminta TPID harus memperkuat diri dengan data dan informasi mengenai harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.
"Kita minta TPID untuk lebih mengoptimalkan pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan, termasuk juga mewaspadai para spekulan," jelas Deddy kepada wartawan usai Launching BJB Laku Pandai di Kecamatan Cikajang Kab. Garut, Selasa (24/5).
Dikatakan Deddy, TPID harus selalu waspada terhadap aksi para spekulan, terlebih aksi spekulan rawan terjadi pada momen-momen sekarang, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. TPID harus bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, sehingga inflasi pun bisa diantisipasi.
Menurut Deddy, hal itu sangat penting, apalagi dua minggu menjelang Ramadhan ini beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat terus mengalami kenaikan harga. Seperti halnya, pada komoditas daging ayam yang saat ini harganya sudah mencapai sekitar Rp32.000 hingga Rp35.000/kg.
"Harga ayam sudah tinggi. Ini harus diantisipasi, apalagi Pak Presiden Jokowi minta untuk dijaga semua, bahkan harga daging sapi pun diminta supaya bisa mencapai Rp80.000. Untuk pengendalian di daerah, TPID harus berfungsi. Sekarang sudah dibentuk, badan koordinasi TPID, ini ‘kan berkaitan, jadi harus ada koordinasi," katanya.
Menurut Deddy, kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok saat ini tidak menutupkemungkinan dipengaruhi oleh ulah para spekulan, sehingga TPID harus bisa mengantisipasinya.
"Spekulan itu pasti ada terus. Pemerintah mau perangi itu, jangan takut. Itu harus diantisipasi, karena spekulan atau penimbunan itu nggak boleh, itu dilarang," katanya.
Namun demikian, lanjut Deddy, para spekulan tersebut saat ini sangat pintar. Bahkan mereka pun memiliki jaringan yang kuat dan informasi data yang akurat, sehingga dibutuhkan penanganan yang sangat optimal dalam hal itu.
"Bagaimana mengatasinya, itu yang harus diperhatikan. Mereka memiliki data dan informasi yang lebih akurat. Semua itu ‘kan mafia. Ini harus diawasi, siapa yang bermain di sana. Jangan sampai mereka mendominasi, sehingga mereka suka-suka memainkan harga," katanya.
Deddy pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying ketika terjadi lonjakan harga. "Pada intinya masyarakat jangan takut apalagi sampai melakukan aksi borong," katanya. * ajat dw
