Wibawa News


  • 25 Mei 2016 | 09:49 WIB
  • 00302 Kali Dilihat

TPID Harus Perkuat Diri Hadapi Spekulan

 TPID Harus Perkuat Diri Hadapi Spekulan
Kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok saat ini tidak menutupkemungkinan dipengaruhi oleh ulah para spekulan, sehingga TPID harus bisa mengantisipasinya. * ist.

GARUT, (WN.net)) -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, meminta tim pengendali inflasi daerah (TPID) Jabar untuk mewaspadai terjadinya aksi spekulan terhadap komoditas kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan. Terlebih momentum jelang Ramadhan rawan dimanfaatkan oleh para spekulan.

Deddy juga meminta TPID harus memperkuat diri  dengan data dan informasi mengenai harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Kita minta TPID untuk lebih mengoptimalkan pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan, termasuk juga mewaspadai para spekulan," jelas Deddy kepada wartawan usai Launching BJB Laku Pandai di Kecamatan Cikajang Kab. Garut, Selasa (24/5).

Dikatakan Deddy, TPID harus selalu waspada terhadap aksi para spekulan, terlebih aksi spekulan rawan terjadi pada momen-momen sekarang, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.  TPID harus bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, sehingga inflasi pun bisa diantisipasi.

Menurut Deddy, hal itu sangat penting, apalagi dua minggu menjelang Ramadhan ini beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat terus mengalami kenaikan harga. Seperti halnya, pada komoditas daging ayam yang saat ini harganya sudah mencapai sekitar Rp32.000 hingga Rp35.000/kg.

"Harga ayam sudah tinggi. Ini harus diantisipasi, apalagi Pak Presiden Jokowi minta untuk dijaga semua, bahkan harga daging sapi pun diminta supaya bisa mencapai Rp80.000. Untuk pengendalian di daerah, TPID harus berfungsi. Sekarang sudah dibentuk, badan koordinasi TPID, ini ‘kan berkaitan, jadi harus ada koordinasi," katanya.

Menurut Deddy, kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok saat ini tidak menutupkemungkinan dipengaruhi oleh ulah para spekulan, sehingga TPID harus bisa mengantisipasinya.

"Spekulan itu pasti ada terus. Pemerintah mau perangi itu, jangan takut. Itu harus diantisipasi, karena spekulan atau penimbunan itu nggak boleh, itu dilarang," katanya.

Namun demikian, lanjut Deddy, para spekulan tersebut saat ini sangat pintar. Bahkan mereka pun memiliki jaringan yang kuat dan informasi data yang akurat, sehingga dibutuhkan penanganan yang sangat optimal dalam hal itu.

"Bagaimana mengatasinya, itu yang harus diperhatikan. Mereka memiliki data dan informasi yang lebih akurat. Semua itu ‘kan mafia. Ini harus diawasi, siapa yang bermain di sana. Jangan sampai mereka mendominasi, sehingga mereka suka-suka memainkan harga," katanya.

Deddy pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying ketika terjadi lonjakan harga. "Pada intinya masyarakat jangan takut apalagi sampai melakukan aksi borong," katanya. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net