Wibawa News


  • 27 Mei 2016 | 17:31 WIB
  • 00923 Kali Dilihat

Lahan Sawah di Kabupaten Bandung Terus Tergerus

 Lahan Sawah di Kabupaten Bandung Terus Tergerus
Lahan pertanian, khususnya lahan sawah di Kabupaten Bandung, terus tergerus jadi lahan beton, seiring terus dipacunya pembangunan insprastruktur skala besar di daerah ini. * deddyra

SOREANG, (WN.net) -- Lahan pertanian, terutama lahan sawah di Kabupaten Bandung terus tergerus oleh penyediaan berbagai infrstruktur, baik perumahan, jalan, dan fasilitas lainnya.  Tidak heran bila saat ini banyak areal sawah yang telah berubah fungsi, dari zona hijau menjadi zona kuning, bahkan zona merah.

Areal sawah yang telah berubah jadi lahan beton secara besar-besaran itu, antara lain pembangunan infrastruktur sarana olahraga Stadion Si Jalak Harupat dengan sejumlah venue  di kawasan Kecamatan Kutawaringin, pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Siroja), kompleks perumahan yang dibangun di sejumlah wilayah, gedung Budaya Sabilulungan dan, Bale Rame, serta fasilitas infrastruktur lainnya yang telah mengambil alih ribuan hektar arel sawah.

Belum lagi rencana proyek besar-besaran, seperti pembangunan stasiun kereta api cepat  di Tegaluar dan proyek akses jalan Tol Tegaluar-Gedebage, akses jalan Soreang-Katapang,  Katapang-Baleendah, serta danau buatan di Baleendah dan Tegaluar yang dipastikan akan memaksa menggerus ratusan hektar lahan sawah. Praktis bila lahan sawah berkurang, produksi padi pun akan terus melorot, bila pemerintah setempat tidak segera menyediakan lahan pengganti.

"Mau tidak mau, karena kebutuhan dan kemajuan suatu daerah, pasti akan ada kehilangan, karena ciri masyarakat sejahtera yaitu punya rumah, punya pekerjaan, fasilitas jalan yang bagus, serta fasilitas penunjang lainnya. Kabupaten Bandung sebagai penyangga ibu kota provinsi tentu akan terkena dampaknya," jelas Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Disperhutbun) Kabupaten Bandung, Ir. HA. Tisna Umaran, MP, di Soreang, kemarin.

Dampak pembangunan Tol Soroja, tutur Tisna, Kabupaten Bandung secara fisik kehilangan sekitar 14 hektar. Namun secara kumulatif untuk fasilitas penunjang lainnya, seperti perumahan, rencana pasar induk, dan lainnya bisa mencapai antara 30 sampai 37 hektar lahan sawah.

Amankan 30 ribu Hektar

Terkait hal itu, kata Tisna, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi, yaitu dalam rencana tata rung wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung 2016, meminta mempertahankan pengamanan lahan sawah seluas 30 ribu hektar.

"Sementara saat ini luas areal sawah yang ada di Kabupaten Bandung mencapai 32 ribu hektar. Ini berarti ada sekitar dua ribu hektar yang dicadangkan  bila terjadi alih fungsi lahan yang dicadangkan hingga tahun 2025," jelas Tisna.

Cadangan seluas itu, lanjut Tisna, termasuk untuk lahan sawah yang akan digunakan untuk Stasiun Kereta Api cepat di Tegaluar, akses jalan Soreang-Sayati, Soreang-Baleendah, dan pembangunan fasilitas umum lainnya.

“Kabupaten Bandung sendiri harus menyesuaikan rencana skala prioritas pembangunan nasional. Tidak seperti dulu, kalau dulu pusat tidak bisa membangun kalau sudah ada dalam tata ruang, misalnya di zona hijau, sekarang justru kita harus menyesuaikan dengan pusat," katanya.

Kaitan penggunaan lahan, tutur Tisna, ada payung hukum, berupa peraturan daerah (perda). Bila penggunaan lahan tidak sesuai perda, atau melanggar perda, maka akan ada sanksi hukum.

Tisna tidak memungkiri, dampak pembangunan akan memangkas produksi padi. Namun ia tidak menyebutkan berapa persen penurunan jumlah produksi padi di Kabupaten Bandung saat ini.

"Hal jelas, untuk mempertahankan swasembada pangan, khususnya padi, ada inovasi seperti penanaman varietas unggul yang bisa menghasilkan produksi padi lebik bagus, seperti padi hibridan dan inhibrida," ujar Tisna.

Tahun lalu Kabupaten Bandung menargetkan sekitar 350 ribu ton gabah kering giling dan dinyatakan masih surplus. Sedangkan untuk lahan pengganti, menurut Tisna, pihaknya telah menyiapkan lahan sawah seluas lebih dari 300 hektar, yaitu di Cipelah seluas 6 hektar dan Ciparay 300 hektar. Di Ciparay, saat ini arel sawah yang masih utuh mencapai 3.500 hektar.

Data menyebutkan, potensi lahan di Kabupaten Bandung, terdiri atas lahan sawah seluas  36.212 hektar  atau 20,55%  dari luas wilayah Kabupaten Bandung (176,239 Ha),   lahan kering seluas  140.027 hektar (79,45 %), terdiri atas lahan kering pertanian seluas 74.778 Ha (42,43 %) dan lahan kering bukan pertanian 65.249 Ha  (37%). * deddyra

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net