SOREANG, (WN.net) -- Ratusan pengusaha yang tergolong usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Bandung, tampak antusias untuk turut mengisi bazar yang digelar pada ajang PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat 2016.
Itu terlihat pada jumlah peserta ketika mengikuti Sosialisasi Bazar PON XIX 2026 bagi UKM di Kabupaten Bandung, yang digelar Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bandung dan Diskoperindag Kabupaten Bandung, di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (14/9).
Ada sekitar 300 pengusaha dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung, hadir pada acara itu.
Menurut Kepala Bidang Koordinasi Perekonomian Bagian Perekenomian Setda Pemkab Bandung, Dra. Hj. Gina Haryanti, M.Pd., pihaknya menyediakan lebih dari 100 gerai dan gerai utama yang di dalamnya dibagi 10 klaster, pada bazar PON XIX yang akan digelar di lapangan luar dekat pintu masuk Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin.
Dalam bazar tersebut akan digelar berbagai produk UKM asal Kabupaten Bandung dengan ciri khas tersendiri, seperti kafe yang diberi nama kampung kopi yang akan ditempatkan pada delapan gerai.
"Mengapa kopi, karena produk kopi kita sudah mendunia, karena di luar yagg dikenal kopi itu kopi daerah lain, padahal bahannya dari Kabupaten Bandung," ujar Gina.
Selain kampung kopi, juga ada kampung fashion, kampung kuliner, kampung kerajinan dan lainnya.
Gina mengharapkan, para pengusaha dapat menampilkan produknya yang lebih baik. Harganya pun jangan azas manfaat, tetapi harus standar dan terjangkau.
Hal sama disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag Kabupaten Bandung, Drs. Ayi Koswara. Ayi mengharapkan bazar yang digelar pada ajang PON ini, selain ajang promoai, bisa meningkatkan keberadaan pelaku UKM di Kabupaten Bandung.
"Dalam penyelenggaran PON XIX ini harus sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi," katanya.
Penampilan produk HKM harus menjadi citra Kabupaten Bandung dan bisa dikenal di tingkat nasional, maupun internasional, paling tidak di Asean.
"Ajang PON ini momen baik untuk promosi berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung. Pengusaha diharapkan bisa menampilkan produk yang terbaik dalam bazar ini," jelas Ayi.
Dede Sutisna, salah seorang pengusaha kripik peuyeum asal Ibun, Kamojang, menyambut baik adanya bazar pada PON tersebut.
Ia berharap, momen ini selain untuk promosi, bisa meningkatkan produknya, sehingga omset pun bisa meningkat.
Selain kripik peuyeum yang menjadi andalan dalam bazar nanti, Dede akan menampilkan kripik cabai dan kripik jamur.
Ia mengaku selama ini omset prosuknya bisa mencapai Rp10-Rp15 juta per bulan. Pemasarannya di Kota Bandung, Garut, dan kota-kota lain di Tanah Air.
Hal sama dikatakan pengusaha dodol jambu merah asal Pasirjambu, Ani Sugihati. Ia berharap, ikut bazar pada ajang PON itu bisa meningkatkan usahanya.
"Iya selain untuk promosi, juga bisa meningkatkan produksi sehingga omset pun bisa meningkat," kata Ani, yang tidak mau menyebutkan berapa omzet hasil usahanya. * deddyra
