SOREANG, (WN.net) -- Produk usaha kecil dan menengah (UKM) di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, cukup terkenal bukan saja di kalangan penduduk lokal Bandung, tapi luar daerah di Tanah Air dan manca negara. Bahkan saat Koferensi Asia Afrika, sentra produksi di Kutawaringin, Soreang, dan sekitarnya tidak luput dari kunjungan peserta KAA, khususnya negara kawasan Asean, seperti Malaysia.
Daerah Kutawaringin termasuk salah satu daerah yang memiliki sentra produk unggulan di Kabupatem Bandung. Tidak heran bila selama ini selalu menjadi daerah tujuan tamu dari luar yang berkunjung ke Kutawaringin. Banyak produk unggulan yang cukup terkenal di daerah ini, seperti produk fashion, kuliner, dan kerajinan lainnya. Salah satu produk unggulan yang lumayan cukup tersohor adalah pakaian dari bahan jenis jeans.
Seperti yang dilakukan rombongan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (20/9). TP PKK Kabupaten Solok Selatan ini jauh-jauh datang ke Kutawaringin, karena tertarik dengan produk pakain jeans.
"Kami tertarik produk jeans di sini. Di daerah kami belum ada produk seperti ini. Kebetulan di sini sedang berlangsung PON XIX, sekalian saja," kata Ketua TP PKK Kabupaten Solok Selatan, Hj. Suryatin, saat berkunjung ke Kecamatan Kutawaringin.
Kedatangan rombongan Ketua TP PKK, yang juga istri Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria ini, disambut Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Nia Dadang Naser; Asisten Pemerintahan; sejumlah SKPD; Camat Kutawaringin, Asep Suryadi; serta Ketua TP PKK Kecamatan Kutawaringin.
Menurut Hj. Suryatin, hasil kunjungan ke sentra UKM di Kecamatan Kutawaringin ini akan dikembangkan di daerah Solok Selatan.
"Produk jeans di sini akan dijadikan sample untuk kemudian dikembangkan pada masyarakat di daerah kami," ujarnya, saat melihat produk pakain jadi jenis jeans milik H. Ujang, yang sengaja dihadirkan di Kecamatan Kutawaringin.
Sementara produk unggulan UKM di Kabupaten Solok Selatan, selama ini tutur Hj. Suryatin, salah satunya adalah sulaman.
"Kami juga akan mencoba mengembangkan kerajinan dari limbah melalui keterlibatan Tim Penggerak PKK, sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat," ujarnya.
Camat Kutawaringin, Asep Suryadi, mengatakan kunjungan dari luar dearah banyak manfaatnya, terutama untuk memperkenalkan potensi daerah, seperi fashion, kerajinan bambu, kerajinan daur ulang, dan kuliner.
"Kita bersyukur banyak yang berkunjung ke sini untuk promosi produk UKM. Jadi tidak perlu mahal-mahal biaya promosi ke luar daerah," jelas Asep.
Asep berharap, banyaknya kunjungan dari luar daerah, bisa mendorong para UKM di Kutawatingin untuk mengembangkan usahanya. Pada gilirannya, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Potensi di sini banyak, hampir di setiap desa, seperti Desa Kutawaringin, Padasuka, Cilame, Budinagara, dan lainnya. Tentunya diharapkan bisa terus berkembang dan berdaya saing,” imbuh Asep. * deddyra
