Wibawa News


  • 18 Oktober 2016 | 08:55 WIB
  • 00742 Kali Dilihat

Komunitas Petani & Pengrajin Kopi di Jabar Berkumpul di Gunung Puntang

 Komunitas Petani & Pengrajin Kopi di Jabar Berkumpul di Gunung Puntang
Para komunitas kopi, yang terdiri atas para petani dan pengrajin kopi asal Jawa Barat berkumpul dalam acara "Sarasehan Urang Gunung" khususnya penggiat Java Preanger Coffee di Vila Puntang Djaya Bandung Resort, Desa Cempaka Mulya, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (17/10). * humas jabar

KABUPATEN BANDUNG, (WN.net) -- Para komunitas atau kelompok kopi, yang terdiri atas para petani dan pengrajin kopi asal Jawa Barat berkumpul dalam acara "Sarasehan Urang Gunung" khususnya penggiat Java Preanger Coffee di Vila Puntang Djaya Bandung Resort, Desa Cempaka Mulya, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (17/10).

Acara ini digelar dalam rangka silaturahmi serta diskusi antar-komunitas kopi di Jabar, seperti dari Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Melalui acara ini, Pengrajin Kopi Java Preanger sekaligus Ketua Panitia Acara "Sarasehan Urang Gunung", Ayi Sutedja, mengharapkan kopi bisa menjadi industri pertanian besar dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Acara ini dimaksudkan agar bisa menjadikan pertanian kopi suatu yang sangat besar dan memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan para petani," ungkap Ayi dalam laporannya.

Ayi mengaku acara sarasehan ini merupakan pertama kali digelar bagi para petani dan pengrajin kopi di Jabar, sehingga dia berharap acara ini bisa menghasilkan out put atau masukan bagi pengembangan industri kopi dengan melibatkan langsung para petani dan pengrajin.

"Permasalahan saat ini yang kita hadapi adalah pada proses produksinya, kopi di situlah intinya. 80 persen ada pada proses produksinya," kata Ayi.

Dalam proses produksi, saat ini para petani hanya bisa menghasilkan buah kopi dalam bentuk gelondongan. Jadi, Ayi ingin ada dorongan agar para petani bisa menghasilkan --minimal hingga proses pembentukan gabahnya.

"Lebih baik lagi petani sudah bisa menghasilkan green bean. Nah itu jadi bisa mendapatkan nilai jual bagi petani," jelasnya.

Hal ini pun mendapat dukungan di Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher). Aher mengungkapkan pihaknya akan terus mendorong agar kopi produksi Jabar, khususnya produk Java Preanger bisa terus mendunia, karena kopi tersebut memang memiliki kualitas dunia.

"Alhamdulillah waktu di Atlanta, Kopi Preanger poduksi dari Gunung Puntang ini berhasil meraih predikat nomor satu di dunia. Jadi kita ingin lebih dikenal dan kita juga akan terus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menanam kopi," ungkap Aher.

"Kita juga terus mendorong supaya para petani kopi dengan banyaknya produksi dan harga produksinya semakin baik, harganya semakin baik. Para petani pun akan lebih sejahtera lagi, bahkan kesejahteraan para petani adalah yang utama ketika kopi Java Preanger dikenal oleh masyarakat dunia sebagai kopi yang terbaik," tambahnya.

Jabar hingga kini telah memiliki lahan kopi sampai 36.000 hektar dengan potensi lahan hingga 200.000 hektar. Jabar juga memiliki lahan indikasi geografis untuk lahan kopi hingga sembilan lahan indikasi, enam di antaranya ada di Bandung, dua di Garut, dan satu di Sumedang.

Untuk mendukung pengembangan industri kopi Jabar, setiap tahunnya Pemprov Jabar pun membagikan jutaan bibit pohon kopi kepada masyarakat dan petani kopi. Tahun depan Pemprov Jabar akan kembali membagikan bibit pohon kopi hingga 5 juta bibit pohon kopi unggul dan bersertifikat. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net