Wibawa News


  • 25 November 2016 | 19:06 WIB
  • 00260 Kali Dilihat

Dinas KUKM Jabar Belajar ke Koperasi Beromset Rp270 Triliun

 Dinas KUKM Jabar Belajar ke Koperasi Beromset Rp270 Triliun
Kepala Dinas KUMKM Pemprov Jabar, Dudi Sudradjat Abdurachim (empat kanan), berpose bersama perwakilan Japanese Consumer Cooperation Union (JCCU) di Shibuya, Tokyo, Kamis (24/11). * Humas Jabar

TOKYO, (WN.net) -- Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat melakukan studi banding ke Japanese Consumer Cooperation Union (JCCU), sebuah koperasi beromset Rp270 triliun dengan anggota 28 juta orang. 

Kepala Dinas KUMKM Provinsi Jabar, Dudi Sudradjat Abdurachim,  mengatakan maksud kunjungannya selain studi, juga menjajaki kemungkinan kerja sama ke depannya dengan koperasi terbesar di Negeri Sakura itu. 

"Kami harapkan ke depannya koperasi-koperasi di Jabar bisa kerja sama dengan JCCU, terutama tentang pengembangan bisnis dan sistem manajemen koperasi yang sudah sedemikian maju dan berdampak kesejahteraan anggotanya," katanya melalui Kasubag Humas Pemprov Jabar, Aziz Zulficar, dari Shibuya, Tokyo, Kamis (24/11). 

Menurut Dudi, jumlah penduduk Jabar yang 46 juta atau 20% dari penduduk Indonesia adalah aset yang sangat besar dibandingkan anggota JCCU. Diperlukan optimalisasi dan pembinaan berkelanjutan agar KUMKM di Jabar bisa memberi dampak sehebat JCCU. 

"Jabar sudah punya KPSBU (Koperasi Petani Susu Bandung Utara, Red.) yang sudah maju dan memiliki 5.000 anggota. Studi banding ini memberikan wawasam baru, agar pengembangan ke depan lebih baik," ujar Dudi.

Provinsi Jabar juga mencatat sejarah koperasi pertama berdiri di Indonesia, yakni di Tasikmalaya tahun 1947, sehingga sudah selayaknya menjadikan koperasi sebagai basis perekonomiannya. 

Kata Dudi, kunci keberhasilan JCCU yang harus diadopsi pihaknya adalah optimalisasi pelayanan kepada anggota. Komunikasi dan relasi bisnis dengan anggota menjadi fokus semua pelayanan yang dilakukan. 

"Dengan memanfaatkan teknologi informasi sistem pelayanan delivery order ke rumah-rumah anggota menjadi unggulan.Terbukanya informasi mengenai produk baik dari sisi ketersediaan dan kualitas membuat puluhan juta anggota koperasi konsumen di Jepang menjadi sangat loyal dan tidak bergeser ke toko-toko privat yang lain," sambungnya.  

Haruyoshi Amana, Manager Public Relation JCCU, mengatakan kerja sama tersebut sangat memungkinkan, karena awal mula koperasi tersebut juga bermula dari semangat kebersamaan. 

"JCCU dibentuk sebagai wadah bersama pengembangan koperasi di Jepang, khususnya bidang pemasaran agrikultur produk petani. Kini, kami sudah bekerja sama dengan UNICEF terkait pendidikan anak di Mozambiek dan negara lainnya di Afrika, sehingga memungkinkan pula bekerja sama dengan Pemprov Jabar," katanya. 

Menurut dia, setelah dipelopori Co-Op Kobe (koperasi konsumen pertama) tahun 1879, koperasi di Jepang berkembang, terutama di kantong-kantong industri, seperti Tokyo, Kyoto, Fukushima dan Kansai. 

Sejarah kelam perang dunia kemudian menggoncang perkoperasian di negara maju itu, sebelum akhirnya mayoritas koperasi pionir bersatu dalam wadah JCCU pada tahun 1951. 

Saat ini, sambung Haruyoshi, JCCU memiliki 586 koperasi konsumen sebagai anggota dengan 28 juta lebih penduduk Jepang menjadi anggota gerakan koperasi konsumen ini. Kini, mereka memiliki 967 toko tersebar di seantero negeri, total omset koperasi konsumen di bawah JCCU ini mencapai 2,7 trilyun yen ini setara dengan Rp270 triliun. Sebuah angka yang menakjubkan untuk ukuran koperasi di Indonesia.  * wnn

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net