BANDUNG, (WN.net) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengapresiasi PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank bjb), yang telah berhasil melakukan pengembalian dana bergulir tahap 1 Kredit Cinta Rakyat (KCR), sebesar Rp165 miliar, kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah kali ini kita menorehkan sejarah baru, sejarah dana bergulir yang selamat. Ini adalah sepanjang saya hidup, saya menyaksikan dana bergulir kembali ke titik awal utuh seluruhnya. Lazimnya dana bergulir itu dana yang sulit kembali,” kata Gubernur Ahmad Heryawan usai acara Pengembalian Dana Begulir KCR tahap 1 dari Bank bjb ke Pemprov Jabar, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (23/12).
Demi mendukung tumbuh kembangnya potensi UMKM di Jabar, terlebih setelah diluncurkannya program penciptaan 100.000 wirausaha baru oleh Pemprov Jabar, sejak tahun 2011, bekerja sama dengan bank BJB Pemprovi Jabar mengucurkan program pembiayaan yang diberi nama “Kredit Cinta Rakyat (KCR) Jawa Barat”.
Penyaluran pembiayaan ini telah berjalan lima tahapan dengan total Rp385 miliar. Pada tahap 1 KCR digulirkan Rp165 miliar, tahap 2 Rp50 miliar, tahap 3 Rp20 miliar, tahap 4 Rp100 miliar, tahap 5 Rp50.
“Program KCR itu lima tahun. Setelah lima tahun, dana harus balik lagi. Sekarang sudah lima tahun, dana yang tahap pertama 165 sudah balik lagi ke Pemrpov, utuh. Dana ini akan kita balikan ke KCR lagi tahap 6. Nah berarti nanti 2017 di perubahan anggaran kita masukan lagi di tahap 6,” jelas Aher.
Disisi lain Aher berpendapat, pengembalian dana bergulir tidaklah mudah. Bahkan dirinya mengaku Pemprov Jabar mengucurkan program KCR dengan penelusuran dan penelaahan yang sangat panjang.
Namun, melihat peran UMKM sebagai penopang perekonomian, angkatan kerja di Jabar terdapat tenaga kerja formal 8-10%, dan sisanya bekerja pada sektor informal atau UMKM. Pada konteks perekonomian, UMKM menjadi penyelamat atau benang pengaman perekonomian Jabar, terutama pada saat saat krisis terjadi, termasuk pada tekanan-tekanan perekonomian yang muncul belakangan ini.
Aher pun bertekad hak bunga bagi Pemprov Jabar sebagai debitur, dapat diturunkan, sehingga bunga bagi masyarakat juga dapat turun di angka 6%-an.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan, mengatakan KCR mendapat sambutan sangat baik dari pelaku UMKM Jabar. Hal ini karena suku bunga, 8,3% per tahun atau setara 0,37% per bulan, yang sangat ringan dan proses realisasi cepat serta kemudahan persyaratan.
KCR sendiri dapat diakses oleh pelaku usaha mikro dengan plafond mencapai Rp20 juta dan bagi usaha kecil mencapai Rp50 juta. Hingga akhir November 2016, dana KCR tersalur hingga Rp 500.543.100.000. Dana ini termanfaatkan secara baik oleh 14.972 pelaku UMKM di Jabar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 34.288 orang.
Ahmad Irfan juga mengungkapkan, dalam proses sosialisasi terkait produk KCR, perseroannya telah bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi, serta kabupaten/kota se-Jabar. Kerja sama ini terutama bagi OPD yang menjadi penyelenggara program wirausaha baru. Bank BJB juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi berbasis UMKM yang ada di Provinsi Jabar * wnn
