Wibawa News


  • 10 Februari 2017 | 10:31 WIB
  • 00396 Kali Dilihat

Netty: Krisis Cabai, Maksimalkan Pekarangan Rumah

 Netty: Krisis Cabai, Maksimalkan Pekarangan Rumah
Netty pada acara Launching Gerakan Tanam (Gertam) Cabai dan Sayuran Lainnya di Lahan Pekarangan se-Jabar dan Penerimaan Tanaman Cabai dalam Polybag di Kantor BPTP Jabar, Jalan Kayuambon No. 80 Lembang. Kabupaten Bandung, Rabu (8/2). * humas jabar

KABUPATEN BANDUNG, (WN.net) -- Cabai akhir-akhir ini menjadi perbincangan panas karena harganya yang mencapai Rp150 ribu per kilogramnya. Tentunya harga pedas ini membuat masyarakat termasuk pedagang-pedagang kecil kebingungan. Namun menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, krisis ini bukan hanya cabai, tapi juga pangan. Bahkan masalah ketersediaan pangan ini jadi ancaman seluruh dunia.

Sebenarnya, kata Netty, antisipasi kenaikan harga pangan ini sangat sederhana, yakni dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah. Masyarakat diajak ramai-ramai menanam sayur-sayuran dan buah-buahan di halaman rumahnya, baik dengan metode tanam di pot, vertikultur (cara tanam bertingkat) maupun hidroponik. Apabila dirancang, ditata dan dikelola dengan baik, selain dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, juga berpeluang meningkatkan penghasilan rumah tangga.

Netty juga mengungkapkan, selain ketersediaan pangan minimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ada tiga hal lain yang menjadi indikator ketahanan pangan yaitu akses, baik akses langsung maupun akses ekonomi (mendapatkan bahan pangan dengan membeli), pemanfaatan bahan pangan menjadi memenuhi nilai gizi, serta stabilitas.

Netty memaparkan hal tersebut pada acara Launching Gerakan Tanam (Gertam) Cabai dan Sayuran Lainnya di Lahan Pekarangan se-Jabar dan Penerimaan Tanaman Cabai dalam Polybag di Kantor BPTP Jabar, Jalan Kayuambon No. 80 Lembang. Kabupaten Bandung, Rabu (8/2).

Menurut Netty, program Gertam Cabai dan Sayuran ini penting diikuti masyarakat, karena selain menghemat pengeluaran rumah tangga dan menjamin kecukupan gizi keluarga, juga dapat mengurangi krisis pangan di negeri yang terkenal subur ini.

"Negeri kita negeri subur, tapi nilai impor pangan mencapai USD 6,16 miliar, bukan rupiah lagi," kata Netty dalam sambutannya.

"Mengapa kita tidak tanam sendiri, setidaknya untuk kebutuhan keluarga. Toh negeri kita kan subur. Jangan jadi tikus mati di lumbung padi", sambungnya. * wnn

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net