BANDUNG, (WN.net) -- Guna meningkatkan gairah investasi di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jabar bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jabar menggelar “West Java Ambassador Forum”. Forum ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz), di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (5/4).
Forum ini dihadiri para duta besar dan perwakilan Kedutaan Besar negara-negara mitra investasi Jabar. Pada kesempatan ini, Wagub mengajak para investor agar bisa menanamkan investasinya di Jabar, di tengah situasi ekonomi Jabar yang semakin membaik bagi para investor.
"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jabar mengundang negara-negara mitra investasi Jabar khususnya yang telah hadir pada kesempatan ini untuk berinvestasi dan meningkatkan investasi di Jabar. Kemudahan investasi akan diberikan, sepanjang kemudahan tersebut mengacu pada kebutuhan investasi dan sejalan dengan peraturan daerah," ungkap Wagub dalam sambutannya.
“West Java Ambassador Forum” merupakan tindak lanjut dari “High Level Meeting West Java Incorporated” (WJI) yang diadakan pada 8 Maret 2017 dan arahan terkait pengembangan Regional Investor Relation Unit (RIRU), khususnya dalam meminimalkan asimetri informasi untuk kemudian dikomunikasi kepada investor, sehingga dapat meningkatkan persepsi positif.
Hal ini sebagai upaya mendorong perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, serta wujud komitmen Pemprov Jabar dalam menghadirkan iklim ideal untuk berinvestasi. Salah satu program yang kini diterapkan yaitu 3-Hours Investment Licensing Service pada kawasan industri, seperti di Karawang dan Bekasi.
"Penerapan 3-Hours Investment Licensing Service merupakan upaya Pemerintah Daerah untuk semakin meningkatkan penanaman modal di Jabar," ujar Wagub.
Jabar masih menjadi daya tarik utama bagi para investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Berdasarkan data investasi di Jabar pada 2016 dari BKPM, Jabar merupakan provinsi tujuan penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar $5,47 miliar dan provinsi tujuan penanaman modal dalam negeri (PMDN) terbesar ke dua di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp30,36 miliar.
Kota/kabupaten tujuan utama PMA dan PMDN merupakan kota/kabupaten kawasan industri. Tujuan utama PMA, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Bekasi. Investor PMA di Jabar sebagian besar berasal dari Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Belanda. Untuk sektor tujuan investasi meliputi industri transportasi, konstruksi dan perumahan, serta industri mesin dan elektronik. Tujuan utama PMDN, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Bandung.
Kerja sama lainnya yang sedang dilakukan Pemprov Jabar, yaitu dengan Arab Saudi. Investasi besar ini disepakati setelah Arab Saudi melakukan peninjauan lahan perkebunan kopi arabika di Garut, serta lahan pembangunan resort/kompleks pariwisata di Kabupaten Sukabumi pada Februari-Maret 2017. Di lahan ini investor Arab Saudi telah menyatakan minatnya dan akan mengadakan kunjungan lanjutan pada Mei 2017 untuk meninjau lahan agrikultur.
Wagub menambahkan, West Java Ambassador Forum ini menjadi ajang bagi setiap kabupaten/kota di Jabar untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki. Selama ini, para investor sulit mendapatkan informasi mengenai potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah karena terbatasnya data.
"Jadi ajang ini untuk memasarkan segala potensi yang ada ada agar bisa diinvestasikan. Sementara ini (data) dikelola BI untuk mendapatkan potensi-potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah yang bisa dikerjasamakan," tutur Wagub. * wnn
