Wibawa News


  • 23 Agustus 2017 | 23:27 WIB
  • 00488 Kali Dilihat

Curug Malela Masih Perlu Penataan

 Curug Malela Masih Perlu Penataan
Curug Malela di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.* drd

KBB, (WN.net) – Rongga, sebuah kecamatan yang berada di wilayah paling ujung sebelah Barat Kabupaten Bandung Barat. Kecamatan yang satu ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur.

Secara geografis, Rongga berada di hamparan perbukitan dan pegunungang yang cukup terjal.

Didukung dengan keindahan alam dan suasana yang sejuk, wilayah yang sebagaian besar milik Perhutani ini  memiliki kekayaan alam cukup menjanjikan, terutama panorama wisata alamnya.

Selain dikelilingi wisata alam perkebunan teh dan pohon pinus, kecamatan yang dulunya merupakan pemekaran Kecamatan Gununghalu ini, terdapat sejumlah tempat wisata air terjun yang cukup menarik.

Sedikitnya ada enam curug (air terjun) yang  bisa dijadikan tujuan wisata di Kecamatan Rongga, tercecer di sepanjang aliran Sungai Cidadap dua, yaitu Curug Malela, Curug Ngebul, Curug Katumiri, Curug Sumpel, Curug Pameungpeuk, dan Curug Manglid.

"Namun sayang objek-objek wistan ini masih alami, belum dikelola secara baik," tutur Ade Samsudin, Kepala Pengelola Objek Wisata Air Terjun Curug Malela, saat ditemui d lokasi Curug Malela, Minggu (20/8).

Dari sekian curug yang ada, kata Ade, baru Curug Malela yang sudah dikelola.

"Yang baru dikenal baru Curug Malela, curug yang lainnya belum terjangkau, karena belum ada akses jalan dan letaknya cukup curam," kata Ade.

Curug Malela berada di lembah Sungai Cidadap Dua, kawasan Desa Cicadas. Objek wisata ini dikelilingi pegunungan dan berbatasan langsung dengan Warungbitung, Cibeber, Cianjur. Sekitar 13 kilo meter dari pusat Kota Kecamatan Rongga.

"Sekitar lima kilo meter bila ingin nenuju Cianjur," kata Imas (45), salah seorang pedagang di lokasi wisata.

Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung harus jalan kaki sekitar 1.200 meter dari tempat parkir kendaraan dengan turunan cukup tajam. Kendaraan tidak bisa sampai ke lokasi, terutama roda empat, karena belum ada akses jalan. Namun bila tidak mau jalan kaki, pengunjung bisa menggunakan jasa ojeg dengan tarif antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

Menurut Ade, lokasi wisata Curug Malela dibuka sekitar tahun 2006, dan mulai banyak dikunjungi warga sekitar tahun 2008.

Curug Malela berada di kawasan lahan kekuasaan Perhutani. Tahun 2010 mulai dibangun atas kerja sama pihak Perhutani, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, dan Desa Cicadas.

Ada sejumlah sarana penunjang di sekitar lokasi. Seperti lima gasebo (saung singgah), tajug, jamban, tempat selfy.

"Kami  juga telah membangun kafe pohon, atas inisiatif pengelola, hasilnya untuk  keamanan dan kebersihan," imbuh Ade.

Objek wisata Curug Malela, lanjut dia, saat ini lumayan banyak dikunjungi para wisatawan, baik lokal atau luar daerah, seperti Kota Bandung, Cimahi, bahkan Bogor, Bekasi, dan Jakarta serta daerah lainnya.

"Terutama saat hari raya lebaran atau hari besar lainnya, kalau hari biasa agak sepi," kata Ade.

Untuk masuk lokasi wisata, pengunjung sendiri dikenakan tarif Rp 5 ribu perseorang.

Bila sedang ramai seperti Hari Raya Lebaran, kata Ade, pendapatan hasil penjualan tiket dan dari parkir kendaraan lumayan besar. Bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta per hari.

"Namun hari biasa mah sangat minim," katanya.

Pendapatan hasil pengelolaan tempat wisata ini dibagi hasil antara pihak Perhutani, Pemkab dan desa.

Ade berharap kedepan tempat wisata ini bisa dikembangkan lebih baik lagi. Termasuk air terjun yang lainnya.

"Terutama akses jalan sehingga kendaraan bisa nyampai ke lokasi, serta fasilitas penunjang lainnya. Kami sudah mengajukan proposal, mudah-mudahan segera terealisasi," ucap Ade yang mengaku tidak tahu persis silsilah nama Curug Malela.

Curug Malela memiliki nuansa cukup indah, dengan ketinggian sekira 60 meter dari bawah dasar sungai.

Namun pengelolaanya tampak belum memdai. Banyak fasilitas yang kurang tertata, dan tidak tersedianya air bersih. Pengunjubg cukup kesulitan bila ingin buang air.

Para pengunjung mengaku, cukup senang berkunjung ke tempat wisata air terjun tersebut.

"Lumayan pemandanganya cukup indah. Kita juga bisa sambil olahraga, karena untuk sampai ke lokasi harus jalan kaki,"  kata salah seorang pengunjung asal Lembang ini.

"Ada beberapa fasilitas penunjang yang belum memadai. Untuk menambah daya tarik harus disediakan lori atau roda bergantung," kata Eliz, pengunjung lainnya.

Dengan dibukanya objek wisata Curug Malela, berimbas pada perekonomian masyarakat setempat.

Tidak sedikit warga yang memanfaatkan tempat wisata ini dengan berjualan di sekitat lokasi, seperti menjual makanan dan minuman, lesehan, dan jasa ojeg. Warga juga menyediakan tempat penginapan sederhana bagi wisatawan yang ingin menginap.

"Kalau sedang ramai ya lumayan, tapi kalau sepi mah kadang-kadang tidak dapat duit, apalagi  pengunjung banyak yang bawa bekal dari rumahnya," tutur Imas, yang mengaku sudah sekitar tiga tahun berjualan di tempat wisata tersebut.* drd

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net