KBB, (WN.net) - Sekitar 112 desa di Kabupaten Bandung Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak November 2019.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat, Jaja, didampingi Kepala Seksi Kewaspadaan Nasional, Galih Kholista Rahmat, mengatakan pihaknya akan mengedepankan komunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan DPMD, Panitia Penyelenggara Pilkades dan yang lainnya. Ini salah satu bentuk untuk mengantisipasi adanya gesekan yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan Pilkades serentak nanti.
“Kita akan mendorong peningkatan partisipasi politik dan menjaga kondusivitas serta mengantisipasi potensi gesekan-gesekan yang terjadi dalam rangka pilkades serentak,” kata Jaja.
Menurut dia, gesekan yang berpotensi terjadi dalam pilkades serentak nanti di antaranya adalah gesekan antar pendukung.
“Karena sumbunya pendek. Tetapi yang sudah-sudah masyarakat Bandung Barat ini kekeluargaan cukup tinggi, sehingga segala permasalahan itu insya Allah bisa diselesaikan,” ucapnya.
Untuk menjaga kondusivitas, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait, terutama di internal Kesbangpol.
“Kita akan melakukan persuasif dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, terutama dengan calon kepala desa, agar pilkades serentak di Kabupaten Bandung Barat aman dan tertib sesuai yang diharapkan,” harapnya.* Buhori
