Wibawa News


  • 06 September 2019 | 13:58 WIB
  • 00030 Kali Dilihat

Cecep Suhendar Menyayangkan Dihentikannya Jampersal

 Cecep Suhendar Menyayangkan Dihentikannya Jampersal

SOREANG, (WN.net) -- Dihentikannya layanan Jaminan Persalinan (Jamperal) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung mendapat tanggapan anggota dewan. 

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, bahkan menyayangkan sikap Pemkab Bandung atas dihentikannya pelayanan Jampersal untuk biaya persalinan tersebut.

Cecep Suhendar menilai, langkah Pemkab Bandung itu tidak benar.

"Pemerintah tidak boleh menghentikan bentuk pelayanan sosial apa pun,  termasuk jampersal," jawab Cecep, di Soreang, Kamis (5/9).

Menurut Cecep, seharusnya Pemkab Bandung tidak menghentikan Jampersal, tetapi harus mencari solusi bagaimana agar layanan jampersal tetap berjalan. 

Meski begitu, Cecep mengaku saat pembahasan anggaran perubahan APBD 2019,  tidak  tahu jika dana itu berkurang.

“Hal yang  mengetahui persis, itu Komisi D, sebab angaran per itemnya dibahas di komisi. Saat itu saya Komisi A," tuturnya.

Cecep mengatakan, dana jampersal itu dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. 

"Jika terjadi pengurangan, kita bisa mencari solusi dengan menganggarkan di APBD atau menggunakan dana cadangan atau anggaran tak terduga yang digunakan jika ada hal yang luar biasa, seperti bencana," ucapnya.

Cecep menambahkan, dana tak terduga itu bisa digunakan untuk jampersal. Payung hukumnya juga cukup dengan keputusan bupati. 

"Solusinya gampang, gunakan saja anggaran tidak terduga, yang biasa dipakai untuk penanggulangan bencana. Tinggal  menerbitkan keputusam bupati. Orang sakit dan melahirkan itu sa!alu tidak bisa diprediksi atau dijadwal," katanya.

Cecep menyatakan setuju bila pemerintah menggiring semua rakyatnya, termasuk ibu hamil, menjadi peserta BPJS Kesehatan. Namun, bagi ibu yang usia kandungannya sudah 9 bulan, dengan BPJS tidak mungkin. Apalagi jika ibu hamil itu dari keluarga kurang mampu, pemerintah wajib membantu persalinannya. * Deddy

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    13 September 2019 | 14:38 WIB

    Balon Kades Kembali Mengadu ke Pimpinan Dewan

    SOREANG, (WN.net) -- Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, kembali mendapat pengaduan bakal calon (balon) kepala desa. Kali ini pengaduan datang dari dua balon kades Citeureup, Kecamatan ...

  • Pemerintahan
    12 September 2019 | 21:09 WIB

    Tingkatkan PAD, Pemerintah Kab. Bandung Barat Naikkan PBB

    KBB, (WN.net) - Untuk tercapainya program pembangunan Akur dan jargon Lumpaaat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya meningkatkan Pendapan Asli Daerah (PAD)  dengan melakukan berbagai hal, baik dengan penataan ...

  • Pemerintahan
    09 September 2019 | 20:41 WIB

    DPRD Kab. Bandung Gelar Paripurna Intenal Pengumuman Pimpinan Definitif

    SOREANG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung,  Selasa (10/9),  akan menggelar Rapat Paripurna internal dewan untuk menyampaikan pengumuman calon pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bandung periode 2019-2024. Rapat akan ...

  • Pemerintahan
    07 September 2019 | 10:37 WIB

    Bila Penetapan APBD Terlambat, Keuangan Dewan Dihentikan 6 Bulan

    SOREANG, (Wn.net) -- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung berharap pimpinan DPRD definitif segera terbentuk. Bila tisak segera dibentuk, akan menghambat penetapan APBD 2020 yang harus selesai tepat ...

  • Pemerintahan
    06 September 2019 | 09:27 WIB

    Hari Koperasi Nasional, KBB Tampilkan UMKM Juara Jabar

    KBB, (WN.net) - Dalam memperingati Hari Koperasi Nasioanal ke- 72, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah), akan menggelar event dengan menampilkan para pelaku ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net