- Aher Koordinasi dengan Mabes Polri
JAKARTA, (WN.net) -- Kemungkinan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 akan bergantung titik awal serta hasil perbaikan stadion tersebut.
Penentuan titik awal perbaikan atau MC-0 akan disepakati bersama pekan depan oleh Bareskrim, Kejaksaan Agung, Pemprov Jabar, dan Pemkot Bandung. Jika hasilnya baik, bisa digunakan setidaknya untuk sejumlah pertandingan, atau bahkan pembukaan dan penutupan PON.
Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), di Mabes Polri Jl. Patimura, Kamis (28/1) siang setelah Rapat Koordinasi Penentuan Titik Awal Perbaikan GLBA.
Dalam kesempatan itu, Aher datang bersama Walikota Bandung dan Kepala Biro Humas Protokol Umum Pemprov Jabar, Ruddy Gandakusumah, dan menemui Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus.
"Undangan (Rapat Koordinasi) ini isinya koordinasi antara Bareskrim dengan kami. Kami selaku Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kota Bandung. Ini berkaitan dengan kapan akan dimulainya perbaikan Gelora Bandung Lautan Api itu," kata Aher kepada media selepas pertemuan.
Menurut Aher, Walikota Bandung selaku tuan rumah akan segera mengirim surat undangan kepada Mabes Polri dan Kejaksaan Agung agar menggelar pertemuan pekan depan langsung di stadion guna menentukan MC-0.
"Dari mana dimulai perbaikan dan apa saja yang perlu diperbaiki secara teknis, dan akan ditinjau langsung bersama-sama oleh pihak Bareskrim, Kejaksaan, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota. Dari titik awal akan lanjut proses perbaikan, hasil perbaikan akan jadi pegangan bersama," katanya.
Penentuan hasil berada di tangan Mabes Polri. Jika dinilai baik, maka tentu stadion kebanggaan masyarakat Jabar itu akan digunakan PON 2016, setidaknya untuk sejumlah pertandingan.
Namun jika tidak, pihaknya akan mengikuti Polri. Apalagi Panitia Besar PB PON sudah jauh-jauh hari mempersiapkan sejumlah skenario pembukaan/penutupan di Stadion Jalak Harupat, Kab. Bandung.
"Poin utamanya adalah bahwa yang selama ini kami lakukan adalah selalu mengacu kebijakan dan arahan Polri. Kami akan ikuti petunjuk tim ahli Polri, bagaimana hasil dari perbaikan stadion, kita serahkan pada tim ahli tersebut," katanya.
Aher mengatakan, pihaknya juga menghormati proses hukum yang dilakukan Polri atas dugaan korupsi GLBA. Pertemuan pagi ini sendiri tidak membahas soal aspek hukum.
"Kami hormati proses hukum, biarkan ini berjalan, namun sambil perbaikan stadion tetap bisa dilakukan. Esensi pertemuan ini bukan ke aspek hukumnya, tetapi lebih ke koordinasi kapan GLBA bisa dimulai diperbaiki lagi," katanya. * ajat dw
