BANDUNG, (WN.net) -- Kasus antraks, yaitu penyakit menular akut yang disebabkan bakteria bacillus anthracis dan sangat mematikan dalam bentuknya yang paling ganas, kembali muncul di Indonesia, tepatnya di daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan puluhan ekor sapi mati mendadak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Alma Luciati, M.Kes., MH.Kes., mengimbau, kepada masyarakat Jabar untuk tetap waspada dengan kembali munculnya kasus atraks, meski saat ini terjadi di wilayah Sulawesi Barat.
“Tentang antraks, kemarin kita sudah ke peternakan untuk membahas kemungkinan munculnya kasus antraks di Jabar,” ujar Alma, Selasa (21/06).
Menurut Alma, kasus ini kembali muncul biasanya pada musim-musim penghujan seperti saat ini, ketika bakteri yang penyebab antraks kembali muncul ke permukaan bersamaan dengan tumbuhnya rumput-rumput.
“Salah satu khasnya antraks itu adalah di kuman/ bakteri bisa bikin kapsul hingga 30 tahun hidup dalam tanah, nanti kalau banjir dan tanahnya terkelupas, mereka akan hidup kembali bersama rumput, kemudian dimakan sama binatang akan jadi itu,” ucapnya. * ajat dw
