SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun. Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang. Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, Kecamatan Soreang itu sudah tahap pengurugan.
"Syukur alhamdulillah, Pak Bupati selalu konsen terus terhadap pembangunan RSUD Soreang . Dikarenakan anggaran, sehingga baru bisa dilaksankan tahun ini. Saat ini pembangunan rumah sakit dalam proses dan sudah pada tahap lelang, " ujar Direktur RSUD Soreang, dr. H. Iping Suripto W., SpA., MH. Kes., di sela-sela Halal Bilhalal Keluarga Besar RSUD Soreang, di Gedung Korpri, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (12/7).
Halal bi halal dan tasyakuran diikuti segenap keluarga besar RSUD Soreang, mulai PNS, non-PNS, dokter, hingga juru parkir.
Iping berharap, pembangunan RSUD Soreang diproyeksikan selama tiga tahun dengan anggaran multiyears dan pada pertengahan tahun 2020 sudah bisa digunakan.
"Saat ini dalam proses. Mudah-mudahan bisa terlaksana, dan pada pertengahan tahun 2020 sudah bisa gunting pita," kata Iping.
Iping menjelaskan, pembangunan RSUD Soreang yang baru menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bandung, dengan jumlah ruang rawat inap sekira 320 ruangan, dan sekira 150 ruang untuk masyarakat kurang mampu.
RSUD Soreang telah terakreditasi paripurna, itu atas kinerja seluruh stakeholder RSUD Soreang. Untuk mempertahankannya, tutur Iping, perlu maintenance di antaranya agenda tahunan halal bihalal yang selalu diselenggrakan tiap tahun.
"Ke depan Rumah Sakit Soreang ini harus move on. Harus lebih baik daripada hari ini. Kami atas nama Rumah Sakit Soreang mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa semua pihak, sehingga tahun ini RSUD Soreang mendapat paripurna serta minta maaf dari kami, baik jajaran dokter hingga juru parkir, kepada seluruh masyarakat bila dalam pelayanan masih kurang, karena manusia itu tidak luput dari kesalahan, " katanya.
Rencana relokasi RSUD Soreang sejak beberapa tahun lalu di Jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin, Soreang. Relokasi ini diperkirakan menelan dana hingga Rp362 miliar yang akan dibiayai secara multiyears dan role sharing APBD Kabupaten Bandung, APBD Jawa Barat. * deddyra
