Wibawa News


  • 02 Mei 2019 | 08:05 WIB
  • 00049 Kali Dilihat

Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

 Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar
Musyawarah Kerja Kabupaten PMI Kabupaten Bandung 2019 dan Penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Bandung, di Panyaungan-Banjaran, Selasa (30/4).* deddyra

SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah Sekolah Menengah Atas (SMA) ditarik ke provinsi.

"Target bulan dana PMI ini tidak terkejar tahun ini karena beberapa hal, termasuk SMA yang tahun kemarin ditarik ke provinsi, ini salah satunya, biasanya saat SMA masih dikelola kabupaten target Rp1,5 miliar selalu terkejar," kata Ketua PMI Kabupaten Bandung, dr. H. Achmad Kustijadi, M.Epid., di sela-sela acara Musyawarah Kerja Kabupaten PMI Kabupaten Bandung tahun 2019 dan penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Bandung, di Panyaungan, Jalan Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (30/4-2019).

Untuk meningkatkan target bulan dana PMI pasca ditariknya SMA, kata Achmad Kustijadi, pihak PMI Kabuoaten Bandung mencari solusi diantaranya melalui peran serta CSR dari perusahaan atau peran serta sektor-sektor lain.

"Namanya juga PMI, sukarela. Pengurusnya juga tidak digaji, artinya kesukarelaan masyarakat untuk memberikan bantuan tapi disertai profesionalitas kita, bagaimana meyakinkan, bagaimana masyarakat percaya untuk mau menyumbang dan anggarannya betul-betul digunakan untuk kemanusian," ujar dia.

Mengenai prioritas bantuan, tuturnya, sebesar 60 persen disalurkan bagi kebencanaan, dari mulai persiapan bencana maupun pasca bencana, di samping untuk penguatan-penguatan institusi, pelatihan-pelatihan, penguatan SIBAT (siaga bencana berbasis masyarakat untuk memperluas).

Dijelaskan, penyaluran dana PMI sebesar 60 persen itu untuk kebencanaan, karena bencana tidak hanya bencana, tapi persiapan mitigasinya, pada saat bencana, pada pasca bencana, bagaimana penguatan traumahiling, dengan tetap bekerjasama dan kordinasi dengan pemda, yaitu melalui BPBD dan melalui dinas kesehatan.

"Sifatnya kita mah tidak dikasih anggaran khusus, cari sendiri, artinya men-support. Selain untuk kebencanaan, ada pula PSD, KSR atau korps sukarela, pelatihan bencana, pelayanan kesehatan termasuk ambulan," paparnya.

Mengenai peran serta CSR, tuturnya, selama ini cukup baik. Bahkan tahun lalu pernah membangun kantor PMI dari CAR.

"Sekarang kita sedang merancang bagaimana CSR bisa dilibatkan. Namun untuk CSR  itu harus ada keputusan bupati, mudah-mudahan dengan adanya Undang-undang Nomor 1 tahun 2018 tentang kebencanaan, di situ ada tanggungjawab pemda untuk men-support, termasuk memfasilitasi agar anggaran bisa masuk ke PMI," imbuhnya.

Bulan bakti PMI ini ditutup Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung, H. Marlan, hadir pula Sekretatis PMI Provinsi.

Dalam kesempatan itu, Marlan antara lain mengatakan eksistensi PMI terdapat dua unsur utama, yaitu fungsi internal dan eksternal, berupa kontribusi dan pengabdian kepada masyarakat. PMI mempunyai program yang jelas, terarah, dan kontributif.

Marlan berharap, penyaluran bulan dana PMI lebih diarahkan pada korban dampak bencana, karenaKabupaten Bandung tercatat rawan bencana, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, dan kekeringan.* deddyra

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • Kesehatan
    19 Oktober 2017 | 08:05 WIB

    Pemerintah Daerah Perlu Pastikan Ketersediaan Layanan Kesehatan Terstandar

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), bersama para Kepala OPD dan Bupati/Walikota Provinsi Jawa Barat menandatangani dan melakukan penggalangan komitmen Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Tingkat Provinsi ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net