Wibawa News


  • 24 Januari 2018 | 17:05 WIB
  • 00228 Kali Dilihat

Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

 Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan
Peserta rapat kerja penyelarasan dari Kemendagri tentang penyelenggaran Kesehatan Jiwa, di DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (22/1).* ist.

BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun 2013, hingga akhirnya disahkan oleh Kemendagri yang akan disahkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna pada 5 Februari 2018. Hal ini dikatakan Ketua Pansus V, Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M. Sc.

Menurut Abdul Hadi, kebijakan tentang kesehatan jiwa sudah lama mangkrak di tingkat kementerian, sehingga hal ini merupakan angin segar bagi peraturan tentang kesehatan jiwa di wilayah Jawa Barat.

“Secara umum, pokok pikiran Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa disahkan dan tidak ada pengurangan bab/pasal, tetapi adanya pemindahan dan penambahan bab saja seperti bab pendanaan,” ujar Abdul Hadi,  dalam rapat kerja penyelarasan dari Kemendagri tentang penyelenggaran Kesehatan Jiwa, di DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (22/1).

Dengan adanya peraturan ini, lanjut politisi dari PKS itu, diharapkan pembahasan tersebut akan lebih meningkatkan fasilitas dan tunjangan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Pasalnya, di Jabar sendiri tingkat kesehatan jiwa masih sangat rendah. Karena itu, pansus sangat mendukung dengan diperkuatnya kebijakan ini untuk diimplementasikan kepada masyarakat di Jabar.

“Dukungan kebijakan tentang kesehatan jiwa ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Jabar,” katanya.

Sementara itu, Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat, dr. Rr. Endang Noersita D., MPH., mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja Pansus V untuk membahas tentang Kesehatan Jiwa, mengingat kebijakan itu sangat penting bagi kesehatan masyarakat Jabar, sehingga kerja keras dari Pansus V akan berdampak besar terhadap kebijakan di bidang kesehatan di Jabar.

“Kami sangat berterima kasih terhadap segala upaya dan kerja keras dari Pansus V ini,” tegasnya.* kf

 

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • Kesehatan
    19 Oktober 2017 | 08:05 WIB

    Pemerintah Daerah Perlu Pastikan Ketersediaan Layanan Kesehatan Terstandar

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), bersama para Kepala OPD dan Bupati/Walikota Provinsi Jawa Barat menandatangani dan melakukan penggalangan komitmen Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Tingkat Provinsi ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net