Wibawa News


  • 07 Juli 2016 | 07:38 WIB
  • 00207 Kali Dilihat

Cara Sehat Menikmati Menu Lebaran

 Cara Sehat Menikmati Menu Lebaran

vv

MOMEN tahunan Lebaran menjadi momen untuk lebih waspada bagi mereka yang menderita hipertensi, diabetes, kolesterol, asam urat, atau sedang hamil. Kita semua, tak terkecuali, harus lebih selektif dalam memilih menu makanan Lebaran yang banyak mengandung santan, lemak, dan gula tinggi. Cara sehat menikmati menu lebaran:

Waspada Santan!

Lebaran tiba. Aneka menu khas Lebaran pun siap dinikmati, mulai dari opor ayam, sate, rendang, gulai, sambal goreng hati, hingga berbagai kudapan yang menggoda selera. Namun Anda perlu berhati-hati karena berbagai jenis menu ini kaya kolesterol dan berkalori tinggi. Namun bukan berarti Anda tidak boleh mencicipi menu Lebaran, berikut ini beberapa langkah sehat untuk menikmati menu Lebaran:

Perhatikan Porsi Makan

Selama berpuasa tubuh telah menjalani proses pengeluaran racun (detoksifikasi), maka tubuh membutuhkan penyesuaian kembali terhadap makanan-makanan yang kita konsumsi. Jangan memaksakan tubuh kita makan dengan porsi makan yang berlebih. Berhentilah sebelum kenyang, mulailah sebelum lapar. Tubuh perlu beradaptasi kembali dengan pola waktu makan yang normal. Pelan-pelan, kembalilah pada pola makan dengan porsi kecil dengan frekuensi 5-6 kali sehari atau ambil porsi sedikit-sedikit saja.

Batasi Jenis Makanan

Batasi jenis makanan yang bersantan dan berminyak, seperti opor ayam, sate, rendang, gulai, kari, karena minyak dan santannya mengandung lemak jenuh atau lemak jahat yang tinggi. Makanan jenis ini akan membuat kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah Anda akan melonjak melebihi HDL (kolesterol baik).

Mengubah Pola Menu

Di samping menyediakan ketupat, opor, rendang, sajikan menu lain, seperti pasta, nasi merah, dan roti gandum. Makanan jenis ini cocok bagi yang mereka memiliki riwayat penyakit diabetes. Selain itu, Anda dapat menghidangkan menu gado-gado atau sayuran segar salad maupun lalapan. Sediakan juga makanan lain yang mengandung protein tinggi, seperti telur,  tahu, dan tempe. 

Atur Jadwal Makan

Atur jadwal makan Anda. Makanlah hanya saat sarapan, makan siang, dan makan malam.  Selebihnya, nikmati sedikit kudapan diantara waktu makan tersebut dalam porsi yang sedikit-sedikit.

Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Rata-rata kue-kue dan snack khas Lebaran mengandung gula, lemak, karbohidrat, dan kalori tinggi. Dengan membatasi konsumsi makanan jenis ini Anda bisa mengontrol kadar gula darah Anda.

Mengubah Cara Masak

Sebaiknya makanan disajikan dengan merebus, kukus, atau dibakar tanpa minyak. Jika harus menggunakan minyak, pilihlah minyak zaitun daripada minyak biasa atau mentega, dan Anda bisa menganti santan dengan susu rendah lemak atau susu kedelai.

Jangan Lupa Sayur dan Buah

Banyak mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat sehingga dapat menyerap dan mengimbangi kandungan kolesterol dalam tubuh, dan juga melancarkan sistem pencernaan.

Minum Cukup Air Putih

Hindari softdrink atau minuman manis lainnya. Jika ada es puter tersaji, ambillah dalam porsi kecil. Akan lebih baik jika kita memilih susu rendah lemak, yoghurt, atau susu kedelai untuk menambah kalsium dan protein bagi tubuh.

Konsumsi Penawar Lemak

Setelah menyantap menu Lebaran yang kaya lemak, Anda bisa menetralisirnya dengan minum teh, jus jeruk, atau kopi hitam.

Aktivitas Fisik

Tetap melakukan aktifitas fisik seperti olahraga ringan, jalan kaki, untuk membakar kalori makanan yang sudah diasup tubuh.

Kembali Pada Keseimbangan

Setelah lebaran berlalu, kembalilah ke pola makan sehat dan seimbang, kurangi jumlah makanan dan batasi makanan yang telah banyak disantap selama lebaran. * Sumber: dr. Elia Indrianingsih, SpGK, dokter spesialis Gizi Klinik  Eka  Hospital

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net