Wibawa News


  • 17 November 2016 | 17:16 WIB
  • 00403 Kali Dilihat

Aher: HIV/AIDS Ancam Kita Semua

 Aher: HIV/AIDS Ancam Kita Semua
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, berkampanye peduli HIV dan AIDS di lingkungan nelayan, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/11). * humas jabar

KABUPATEN SUKABUMI, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), berkampanye peduli Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di lingkungan nelayan, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/11).

Kampanye ini dilakukan bertepatan dengan peringatan hari anti HIV/ AIDS se- dunia tahun 2016.

Gubernur menyatakan dari data yang dia terima per 31 Desember 2015, sebanyak 4.154 orang yang tersebar di kabupaten/kota di Jabar terinfeksi HIV/ AIDS.

"Tidak ada kota/kabupaten di Jabar yang luput dari bahaya HIV/AIDS," ungkap Aher.

Lebih mengejutkan lagi, terdapat sebanyak 18.100 perempuan di Jabar berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), memiliki pelanggan mencapai angka 826.500 orang. Artinya, potensi penyebaran HIV/AIDS di Jawa Barat cukup mengancam.

Aher menggambarkan, bila saja setiap pelanggan PSK tersebut memiliki pasangan sah seperti istri, maka potensi penularan HIV/AIDS akan lebih dan lebih mengerikan lagi, selain pada istri, virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini berpotensi menular pada anak keturunan yang merupakan generasi penerus bangsa.

"Itu baru penularan hetero-seksual dari PSK, belum dari gay, waria, dan lain sebagainya," Katanya.

Oleh karena itu, Aher mengajak para nelayan untuk terus melakukan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Dengan upaya pencegahan sejak dini bagi yang belum terjangkit, dan bagi yang sudah terjangkit untuk terus semangat memperbaiki masa depannya dengan meningkatkan moralitas kerohanian.

"Mari kita hadirkan komitmen kita sebagai manusia untuk hidup mengabdi kepada Allah SWT, dengan taqwa dan patuh kepada- Nya. Itulah yang akan membuat kita hidup terarah, sejahtera, dan lebih bahagia," Ajak Aher.

"AIDS adalah ancaman kita semua. Iman dan taqwa, itulah sebaik baik pencegahan kemaksiatan yang melanda kita," Tambahnya.

Selain itu Aher menekankan, kesetiaan antara pasangan suami istri juga menjadi kunci agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS. Jika suami-isteri saling setia, penularan HIV/AIDS pada keturunannya pun, akan terhindar.

Selaku masyarakat, Aher mengajak kesemuanya agar bisa memotivasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk terus berjuang hidup hingga tidak ada diskriminasi.

Hari Anti HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi ini diikuti lebih dari 300 nelayan yang akan diberikan pembekalan. Nantinya para nelayan yang mendapatkan pembekalan ini akan menjadi kader yang menyosialisasikan upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangannya.

Seperti Aher katakan sebelumnya, HIV/ AIDS mengancam siapa pun, tidak memandang profesi apa pun. Pada sosialisasi kali ini, kelompok nelayanlah yang mendapat sosialisasi, ke depan mungkin kelompok masyarakat lainnya.

Pada kegiatan ini, ditargetkan sebanyak 650 nelayan mengikuti cek darah, dalam rangka test HIV/AIDS, atau voluntary conseling and testing (VCT).

Penyuluhan tentang HIV/ AIDS pada nelayan pun menjadi penting, terutama bagi nelayan yang minim pengetahuan karena lebih banyak menghabiskan waktunya di laut.

Hadir pada kegiatan tersebut Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Jabar; Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono beserta Istri; Kasubdit HIV/AIDS dan PMS Kemenkes RI, Endang Budi Hastuti; serta para nelayan peserta kampanye. * wnn

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net