Wibawa News


  • 06 Desember 2016 | 22:23 WIB
  • 00634 Kali Dilihat

Keluarga Sehat, Sambut Bonus Demografi 2020-2030

 Keluarga Sehat, Sambut Bonus Demografi 2020-2030
Wagub Deddy Mizwar pada acara Penutupan Bakti TNI KB Kes Terpadu Kodam III/ Siliwangi dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kes, di Halaman Pemda Kabupaten Subang, Selasa (6/12). * humas jabar

SUBANG, (WN.net) -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga, selain melalui penguatan program Keluarga Berencana (KB), perlu digencarkan dengan membangun kesadaran masyarakat agar hidup sehat. Hal ini penting  dalam rangka menyambut hadirnya bonus demografi tahun 2020-2035.

Oleh sebab itu, sambung Deddy, pembangunan kesehatan yang lebih diorientasikan pada aspek preventif dan promotif tanpa mengesampingkan aspek kuratif-rehabilitatif, dengan sasaran perubahan perilaku atau gaya hidup setiap individu yang diwujudkan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Ini perlu didukung bersama untuk mengurangi jumlah kasus penyakit tidak menular yang trend-nya terus meningkat sejak lima tahun terakhir. Ini menjadi ancaman yang cukup serius bagi penguatan produktivitas serta daya saing bangsa.

Provinsi Jawa Barat sendiri telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sebagai sembilan provinsi prioritas Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, yang mengacu pada 12 indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu keluarga mengikuti program KB; Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat ASI eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga menggunakan jamban sehat.

"Melalui Kesatuan Gerak PKK KB Kes Tahun 2016, diharapkan terbangun partisipasi aktif dari seluruh kader PKK bersama para Kader Motekar (Motivator Ketahanan Keluarga), untuk membangun Gerakan Hidup Sehat di setiap individu, keluarga, dan masyarakat, termasuk untuk memberikan motivasi, mendidik, dan mengadvokasi keluarga-keluarga rentan dalam menangkal penyalahgunaan narkotika, penularan HIV-AIDS, human trafficking, serta untuk melindungi kaum perempuan dan anak dari kekerasan dalam rumah tangga," ungkap Deddy pada acara Penutupan Bakti TNI KB Kes Terpadu Kodam III/ Siliwangi dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kes, di Halaman Pemda Kabupaten Subang, Selasa (6/12).

"Hal ini sesuai dengan amanat peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Jawa Barat, yang diharapkan bermuara pada terwujudnya tatanan kekuarga yang tangguh dan berkualitas," tambahnya.

Lanjut Deddy, pada dasarnya penduduk merupakan modal dasar sekaligus faktor dominan dalam pembangunan. Oleh sebab itu, pengendalian jumlah dan peningkatan kualitas penduduk pun harus menjadi titik sentral dalam konsep pembangunan berkelanjutan.

Wagub Jabar mengatakan, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas tersebut, dibutuhkan upaya sinergis dan berkesinambungan yang difokuskan pada beberapa sasaran utama, yaitu pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian, pengarahan mobilitas penduduk, pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensinya, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta penyiapan dan pengaturan perkawinan dan kehamilan.

"Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung sinergitas yang telah terjalin selama ini antara BKKBN, TNI, Pemerintah Daerah, dan PKK, dalam rangka membumikan dan merevitalisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBK) di Jawa Barat," imbuh Deddy.

Untuk diketahui, pada tahun ini pun Jabar telah dicanangkan program strategis nasional oleh Presiden Joko Widodo, yaitu "Kampung KB" sebagai salah satu cara membangun Indonesia dari pinggiran dan meningkatkan kualitas hidup manusia, sejalan dengan semangat Nawa Cita. * wnn

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net