Wibawa News


  • 01 April 2017 | 19:52 WIB
  • 00518 Kali Dilihat

100.000 UMKM Dipasarkan Secara Online

 100.000 UMKM Dipasarkan Secara Online
Sebanyak 100.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produknya dipasarkan secara online pada Hari UMKM Online Nasional 2017. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mencanangkan program ini di Pasar Ciroyom Baru, Jalan Ciroyom Barat, Andir, Kota Bandung, Jumat (31/3). * humas jabar

BANDUNG, (WN.net) – Sebanyak 100.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produknya dipasarkan secara online pada Hari UMKM Online Nasional 2017. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mencanangkan program ini di Pasar Ciroyom Baru, Jalan Ciroyom Barat, Andir, Kota Bandung, Jumat (31/3).

Pencanangan ini serentak dilakukan di 30 kabupaten/kota seluruh Indonesia periode 31 Maret-2 April 2017. Di Jabar, pencanangan dilakukan di dua tempat, yaitu di Kota Bandung dan Kabupaten Garut. Hari UMKM Online Nasional yang jatuh setiap 31 Maret, juga menjadi momentum untuk memasarkan produk UMKM secara luas hingga internasional.

Menurut Aher, UMKM Online bisa menjadi peluang pemasaran produk UMKM yang selama ini terkendala masalah pemasaran dan iklan yang mahal. Upaya ini merupakan bentuk fasilitas dari pemerintah untuk mengembangkan bisnis UMKM. Untuk itu, Aher mendorong agar produksi dan kualitas produk UMKM bisa ditingkatkan agar bisa bersaing dengan produk lain.

“Sekarang ketika ada online untuk UMKM, tidak ada hambatan lagi. Difasilitasi oleh pemerintah, fasilitasinya dalam bentuk skala besar. Berapa pun produk kita bisa dipasarkan, grouping-nya lewat fasilitas Kominfo, maka sekarang hambatan pemasaran bagi UMKM tidak ada lagi,” ujar Aher usai acara pencanangan.

“Justru yang sekarang harus diperbaiki, kita dorong UMKM kita untuk memproduksi. Ke dua, didorong UMKM kita kualitasnya semakin tinggi, kemasannya semakin bagus,” lanjutnya.

UMKM adalah back bone atau tulang punggung bagi ekonomi Indonesia. Terbukti pada krisis ekonomi global 2008, UMKM tetap bisa bertahan dan menjadi penentu stabilnya ekonomi nasional saat itu. Oleh karena itu, Pemprov Jabar terus membina dan memberdayakan sektor ini melalui berbagai program, seperti pencanangan 100.000 wirausaha baru serta pengucuran Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang dimulai pada 2011.

“Saya juga menugaskan Pak Dudi (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jabar, Red,-), tentu saja para Kepala Dinas UMKM yang ada di kabupaten/kota di Jabar untuk terus membina dan memberdayakan, supaya para pelaku UMKM mampu menghadirkan produk yang baik, dikemas dengan baik bisa dipasarkan bersaing dengan produk lainnya tanpa biaya yang besar,” kata Aher.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun lalu jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. Dari total pekerja Indonesia yang mencapai 110 juta orang, 107 juta di antaranya masuk dalam struktur UMKM. Pengembangan serta pemberdayaan UMKM adalah langkah strategis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), terlebih sektor ini memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan dan mendongkrak perekonomian Indonesia.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian KUKM dan Kementerian Kominfo berkomitmen untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai 2020. Diharapkan pada akhir 2008 setidaknya 2 juta UMKM sudah go online. Hal ini sesuai dengan Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang diluncurkan Pemerintah Pusat, yaitu e-Commerce Road Map atau Peta Jalan e-Commerce yang diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan secara bersamaan mampu memberikan ruang besar bagi produk lokal bermain lebih luas secara global.

“Peta jalan e-Commerce sekaligus dapat mendorong kreasi, inovasi, dan infensi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda. Dengan cara memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam memanfaatkan e-Commerce dengan menyediakan arah dan panduan strategis untuk mempercepat pelaksanaan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik pada periode 2016-2019,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kewirausahaan Industri Kreatif Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Rudy Salahudin yang juga hadir pada pencanangan UMKM Online di Ciroyom, Kota Bandung, tersebut. * wnn

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net