BALEENDAH, (WN.net) -- Aneka kuliner, kerajinan, serta pentas seni budaya menyemarakkan Festival Situs Situ Sipatuhanan 2019, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (27/4). Tak heran, ribuan masyarakat tumpah ruah di lokasi Festival Situ Sipatahunan.
Festival tahunan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke 378 Kabupaten Bandung dibuka Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, sekitar pukul 14.00.WIB. Selain ditandai penaman pohon di sekitar areal situ, juga ditandai penyebaran benih ikan di situ oleh bupati.
Bupati Bandung meminta keberadaan Situs Sipatahunan harus ditata lebih baik lagi. Apalagi sudah tersedianya sarana yang bagus.
"Jongko-jongko liar harus ditata, sehingga tidak kelihatan kumuh. Situs Sipatahunan menjadi situs budaya. Situs ini berfungsi juga untuk menampung cadangan air di musim kemarau bagi pertanian masyarakat di sekitar sini, karena itu ke depan harus ditata lebih baik lagi," papar Dadang Naser.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan berbagai program yang telah dicapai Kabupaten Bandung, termasuk soal banjir yang perlu ditangani semua pihak.
Bidang investasi, kata Dadang, saat ini Kabupaten Bandung mengalami kenaikan. Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung termasuk IPM terbaik di Jawa Barat.
"Di saat Ulang Tahun Kabupaten Bandung mendapat apresiasi dengan meraih 40 penghargaan sepanjang tahun 2018," katanya.
Kaitan Festival Sipatahunan, Dadang Naser minta semua komunitas dan masyarakat tetap menjaganya agar caina tetap herang. Selamat berfestival kepada semua komunitas situs terus dijaga agar caina herang," ucap Dadang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Drs. Agus Firman Zaini.,M.Si., mengatakan apresiasi pada masyarakat atas pemeliharaan air situ yang bersih. Festival ini dilaksanakan, kata Agus, yang ke tiga kalinya. Festival Situs Situ Sipatahunan layak ditonton dengan berbagai pagelaran seni, seperti pencak silat, benjang, reog, karinding, dan lainnya.
"Kegiatan ini rutin dilakukan setiap setahun sekali bertepatan dengan hari jadi dan terus dilanjutkan masyarakat untuk membangun peradaban serta dapat mendorong sebagai destinasi wisata. Festival ini milik masyarakat dan memiliki keindahan alam budaya dan kuliner menjadikan sapta pesona. Ini sudah layak menjadi kampung wisata budaya," ucap Agus.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Dr. H. Aten Sonadi, S.Sos. M.Si., mengatakan Situs Sipatahunan merupakan aset pemerintah Kabupaten Bandung yang terletak di Kelurahan Baleendah, perlu dilestarikan karena memberikan nilai manfaat bagi masyarakat, seperti pendidikan, teknologi, seni dan budaya, serta nilai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Situ Sipatahunan.
Sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010, mengamanatkan bahwa seni dan budaya serta situs dan cagar budaya perlu dilestarikan, karena kebudayaan menunjukkan dan menghasilkan sebuah peradaban serta dapat berfungsi dalam pembangunan karakter bangsa, maka seni dan budaya perlu dilestarikan, termasuk situs dan cagar budaya sebagai warisan berharga yang tak ternilai," ucap Aten.
Menurut Aten, Kabupaten Bandung kaya seni dan budaya serta situs dan cagar budaya. Melalui program Bandung Seribu Kampung, sebagai inovasi yang dilakukan oleh Bupati Bandung adalah sebuah inovasi yang tepat dalam melestarikan seni budaya dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Bandung, sebagai implementasi dari peraturan yang ada.
"Festival Sipatahunan merupakan event tahunan yang digelar dalam rangkaian hari jadi ke 378 Kabupaten Bandung, upaya pemerintah kabupaten melalui bidang kebudayaan, dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Bandung dalam melakukan pelestarian situs dan cagar budaya agar terlindungi dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat," ucap Aten.
Festival ini dikemas secara unik dalam bentuk pergelaran budaya dengan menampilkan seni budaya yang yang ada di Kabupaten Bandung, seperti kesenian pencasilat rampak dan ijen di atas panggung yang dibuat di atas air, arak-arakan dan helaran seni budaya, dodombaan, kereta kecana, jampana, serta kesenian khas lain seperti calung, debus, karinding, rajah, kuliner, lomba lukis, lomba rakit. dan yang lainnya.* deddyra
