BANDUNG, (WN.net) – Masyarakat Ekononomi Asean (MEA) yang akan segera bergulir di akhir tahun ini, harus menjadi sebuah peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan lagi produk dalam negeri, termasuk produk kerajinan atau handycraft. Untuk itu, momentum MEA bisa menjadi pasar besar bagi industri UMKM khususnya yang ada di Jawa Barat, sehingga tidak menjadi “hantu” yang menakutkan bagi para pengusaha.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, usai membuka Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) XI Tahun 2015 di Graha Manggala Siliwangi, Jl. Aceh Bandung, Rabu (23/12).
Menurutnya, pasar bebas negara-negara Asean atau MEA harus bisa mendorong produk dan industri kerajinan di dalam negeri, khususnya UMKM di Jabar.
“Kita jangan melihat MEA sebagai hantu yang menakutkan. Justru melihatnya bagaimana peluang MEA ini mendorong kreativitas di bidang kerajinan dan fashion-nya bisa punya pasar yang lebih luas lagi,” ungkap Wagub.
Wagub menjelaskan, hal tersebut harus didukung oleh masyarakat dengan cara mencintai produk dalam negeri dan para pelakunya yang memanfaatkan sumber daya alam lokal.
“Harus ada kesadaran yang dibangun, misalkan kalau kita tidak mengandalkan (produk dalam negeri) menjadi komoditas ekspor, minimal orang kita sendiri mencintai produk-produk dalam negerinya. Kemudian pelaku ekonominya memanfaatkan sources atau sumber daya alam yang ada di daerahnya masing-masing. Jadi ada kekhasan dan keunikan, sehingga ongkos produksi bisa lebih murah dan kreatif,” jelas Wagub.
Untuk mendukung pengembangan produk kerajinan dalam negeri, Wagub juga mengatakan ada 3 hal yang sangat menentukan, yaitu kreativitas, aspek permodalan, serta pemasaran. Kreativitas menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah ini, aspek permodalan bisa masyarakat dapatkan melalui berbagai kredit usaha yang ada di berbagai lembaga perbankan dan pemerintah. Termasuk Pemprov Jabar yang setiap tahunnya selalu mengeluarkan berbagai program kredit usaha bagi masyarakat. Hal ke tiga, yaitu pemasaran yang harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam negeri. Indonesia, khususnya Jabar, memiliki potensi pasar yang besar. Wagub mencontohkan dengan penduduk lebih dari 46 juta jiwa, apabila masyarakat di Jabar bisa membeli produk asli bumi Pasundan - sudah tentu hal tersebut akan lebih mengembangkan UMKM yang bisa berdampak pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Minimal ada penolakan dari pasar kita untuk memakai produk luar. Kalau ini jadi komitmen bersama, wah dahsyat ini. Massa kita lebih banyak daripada Thailand, Malaysia, dan lainnya” tambah Wagub.
PKJB merupakan ajang berkumpulnya para pecinta, komunitas, serta UMKM kerajinan tangan dari seluruh Jabar. Tahun ini merupakan event PKJB yang ke-22 tahun dengan mengangkat tema “My Craft My Style”, dengan harapan kerajinan khas Jabar bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari dan berkembang di masyarakat.
Event yang digelar 2 tahun sekali ini digelar 23–27 Desember 2015 dengan menghadirkan berbagai hasil karya kerajinan tangan dari pengrajin dalam dan luar Jabar. Ada 82 gerai pameran, yang berasal dari 24 Dekranasda Kabupaten/Kota se-Jabar, Dinas Kehutanan Jabar, Pemerintah Kota Palembang, Pemprov Jawa Timur, berbagai UKM Mandiri, serta 38 stand foodcourt. Selain itu, digelar talkshow, workshop, pentas seni dan budaya, serta berbagai aneka lomba.
Turut hadir pada pembukaan ini Ketua DPRD Jabar, Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Jabar serta jajarannya, para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar, para Kepala Biro Setda Provinsi Jabar, serta para tamu undangan. * adems
