BANDUNG BARAT, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), membuka Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Nasional “Citarum Rafting Competition” Piala Gubernur Jabar Tahun 2015, di Sungai Citarum, Kampung Cisameng, Desa Rajamandala Kulon, Kec. Rajamandala, Kab. Bandung Barat, Sabtu (26/12) siang.
Kejuaraan rafting yang diikuti seluruh tim terkuat rafting level nasional dibuka Gubernur Ahmad Heryawan dengan mengibaskan bendera start. Kegiatan lomba ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. 23 tim arung jeram dari Jabar, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bertanding dalam empat kategori, yakni Slalom, Driver River, Head To Head, dan Sprint memperebutkan uang pembinaan dan tropi Gubernur.
Menurut Aher, Pemprov Jabar selalu mendukung olahraga berbasis alam seperti arung jeram dan dirgantara, sebab selain membentuk tubuh sehat, kelestarian alam juga terjaga.
"Bukan hanya olahraga, tetapi juga menjaga kelestarian sungai agar tetap bersih," ucapnya, seraya mengimbau masyarakat Jabar, khususnya di bantaran sungai untuk selalu menjaga kualitas air sungai sebagai sumber kehidupan. Pemprov Jabar sudah melakukan upaya perbaikan saluran sungai dengan mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungannya, misalnya mengajak peternak tidak membuang kotoran ternak ke sungai.
"Di hulu Citarum kita ajak peternak mengembangkan biogas kotoran sapi, kemudian juga pengawasan limbah pabrik," ucapnya.
Aher mengungkapkan, 20 kilometer mulai hulu Citarum, Pemprov juga melakukan langkah pencegahan dengan memberi edukasi masyarakat dengan kandang ternak komunal sebagai bentuk penyadaran sungai bersih.
"Masih banyak masyarakat yang hidup sehat tetapi tidak mementingkan kesehatan orang lain, perlu ada kesadaran masyarakat di hulu dan hilir," katanyanya.
Tidak hanya upaya edukasi, Aher mengatakan pemprov tidak segan-segan memidanakan pabrik yang secara sengaja membuang limbahnya ke sungai.
"Pengusaha itu lebih berpendidikan seharusnya mereka lebih paham tentang lingkungan, makanya jika tetap nakal ya dipidanakan," tegasnya.
Aher menjelaskan, saat pertama datang ke lokasi digelarnya kompetisi tersebut, kondisi sungai berbau dan keruh. Namun sejak digunakan olahraga air, kini kondisi sungai jadi lebih bersih
"Dua tahun lalu saya ke sini buka kaca mobil saja baunya menyengat, saat ini lebih baik," ucapnya.
Aher berharap dengan kompetisi ini bisa sekaligus mengajak masyarakat sekitar sungai, mulai hulu hingga hilir senantiasa menjaga kualitas air sungai. Selain itu, menyadarkan pecinta olahraga air untuk memberikan advokasi lingkungan kepada semua pihak.
Olahraga arung jeram yang biasanya berada di lokasi perkampungan, kata Aher, juga membangkitkan perekonomian rakyat sekitar bantaran sungai.
"Tentu akan membawa perkembangan ekonomi sekitar, tetapi harus dibarengi pemeliharaan lingkungan yang sehat agar wisatawan juga tertarik berkunjung," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Aher turut menyerahkan bantuan kepada anak-anak sekolah dasar yang terdekat dengan even kejuaran rafting tersebut.
Selaku Ketua PB PON XIX 2016, dia juga merencanakan Sungai Citarum menjadi lokasi eksibisi arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional 2016 Jawa Barat. Melalui eksibisi tersebut, arung jeram diharapkan dapat menjadi cabang olahraga yang dilombakan pada PON 2020 di Papua.
"Pada PON tahun depan, arung jeram masih eksibisi. Jadi belum dilombakan dalam pertandingan resmi yang pemenangnya dapat medali. Lokasinya di Sungai Citarum ini," kata Heryawan.
Selain Sungai Citarum, menurut Aher, Sungai Citarik yang berada Kabupaten Pelabuhanratu bisa dipakai untuk lokasi eksibisi arung jeram. Apalagi di tempat itu baru digelar kejuaraan arung jeram internasional.
"Ketika eksibisi dievaluasi, maka tidak menutupkemungkinan pada PON 2020 di Papua arung jeram bisa dimasukkan menjadi salah satu cabang olahraga. Kami lihat di Papua sungai-sungai untuk pertandingan juga ada, bahkan bisa jadi sungainya lebih besar," tuturnya. * ajat dw
