Wibawa News


  • 04 Februari 2016 | 17:57 WIB
  • 00740 Kali Dilihat

Ketua Forum MA Jabar: Kelabilan Ekonomi, Orang Bisa Nekad

 Ketua Forum MA Jabar: Kelabilan Ekonomi, Orang Bisa Nekad
H. Yayan Hasuna Hudaya, Ketua Forum MA Provinsi Jabar, juga Pimpinan Ponpes Yamisa dan Pimpinan STAI Yamisa Kabupaten Bandung. ft: deddy ra

SOREANG, (WN.net) -- Banyak masyarakat yang mudah terjebak aliran sesat atau pemahaman radikal dan terorisme, selain karena pemahaman akidahnya minim, juga salah satunya karena kelabilan ekonomi.

"Akibat ekonomi tidak stabil dan dangkal pemahaman agamanya, banyak orang yang nekat, meski harus melanggar akidah atau disuruh membunuh, apa pun itu pasti dilakukan," kata H. Yayan Hasuna Hudaya, M.MPd. Pimpinan Pondok Pesantren Yamisa, Soreang, Kabupaten Bandung, di Kampus Yamisa, Soreang, Selasa petang (3/2).

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yamisa ini, mengatakan itu ketika ditanya kaitan banyaknya masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bandung yang diindikasikan terjebak aliran sesat, pemahaman radikalisme atau terorisme, seperti ISIS belakangan ini.

Di sinilah, lanjut Yayan, peran ulama dan umaro sangat penting. Majelis Ulama Indonseia (MUI), adalah wadah para ulama yang memiliki peran untuk membina, membangun masyarakat di bidang mental dan ahlak. Pemerintah memiliki peran di bidang fisik, berupa sandang, pangan, papan, termasuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Jadi harus ada keseimbangan antara jasmani dan rohani, kaitan jasmani pemerintah, dan rohani adalah ulama yang membina mental dan akhlaknya," tutur Ketua Forum Matlahul Anwar (MA), Provinsi Jawa Barat ini.

Masalah ekonomi, Yayan mengatakan, memang sangat rentan bila tidak ada pengendalian emosi. "Pengendalian emosi salah satunya harus dengan agama. Kalau imannya kuat, insya Alloh tidak akan terjebak pemahaman yang tidak jelas," tutur Ustad yang biasa dipanggil Yayan ini.

Selama ini peran ulama dan umaro sudah cukup baik, terutama programnya. Namun upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mungkin di antaranya karena terbatas anggaran.

Hal lainnya, ujar Yayan, juga bergantung pemimpinnya.  

"Pemimpinnya punya keinginan atau tidak, atau terbatasnya anggaran itu karena korupsi, sehingga banyak kebocoran anggaran. Kalau bersih mah akan tersalurkan pada pembangunan, khususnya untuk kesejanteraan masyarakat," paparnya.

Yayan menilai, korupsi merupakan penyakit yang akan mengurangi kesejahteraan masyarakat, menggerogoti anggaran yang seharusnya untuk masyarakat.

"Jadi bukan karena program dan anggaranya, tetapi orang atau pejabat yang menjalankannya juga harus dibina supaya bisa dipercaya, amanah, dan sayang pada masyarakat," katanya.

Peran ulama, imbuh Yayan, juga harus bisa mendorong, memberikan motivasi, agar masyarakat bisa hidup mandiri, tidak selalu mengandalkan bantuan pemerintah atau pihask lain. Cara demikian, akan memberikan dampak positif bagi pemerintah serta salah satu upaya mengurangi kemiskinan.

Yayan mengimbau agar masyarakat, khususnya para remaja, harus memperkuat akidah secara baik, sehingga tidah mudah terjebak pemahaman sesat. Untuk menangkal pemahaman terorisme dan pemahaman aliran sesat lainnya, di antaranya melalui pemahaman ajaran Islam yang baik. Harus waspada bila ada warga yang baru dikenal di lingkungannya, yang memberikan faham yang berbeda.

"Biasanya orang yang mudah terjebak, karena pemahaman akidahnya kurang, tidak mengerti akidah, tidak pernah ngaji, itu biasanya mudah terjerumus ajaran sesat," paparnya.

Menurut Yayan, ajaran sesat atau sejenisnya adalah kelompok atau perseorangan yang punya kepentingan tertentu, dengan menyelewengkan akidah melalui doktrinasi.

"Sekarang tidak ada jihad perang. Jihad itu berjuang untuk mengamankan dan menyiarkan agama, bukan membunuh orang. Berjuang di jalan Alloh melalui jiwa dan harta. Jiwanya, dengan tenaga, pikiran. Hartanya, dengan infak, sodaqoh. Kecuali bila ada yang terang-terangan ingin menghacurkan Islam, baru jihad. Rasul sendiri mengajarkan tidak boleh kekerasan, walau tetangganya nonmuslim tetap harus dihormati," ujar         Yayan. * deddy ra

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net