BANDUNG, (WN.net) – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang baik serta peningkatan kualitas SDM dalam negeri, untuk mendukung berlangsungnya pasar tunggal masyarakat kawasan Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia, khususnya di Jabar.
Hal tersebut dia ungkapkan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Antisipasi Persoalan Ipoleksosbudhankam Menghadapi MEA di Jawa Barat” yang digelar di Aula Badan Kesbangpol Jabar, Jl. Supratman Kota Bandung, Selasa (23/2).
Wagub mengatakan, infrastruktur merupakan hal penting dalam memperlancar arus barang dan jasa dalam MEA. Namun, Wagub pun mengatakan bahwa infrastruktur yang baik pun harus didukung oleh peningkatan kemampuan atau skill masyarakat.
“Terus kalau kita benahi semua infrastruktur pada saat tenaga kerja kita tidak siap, ini justru nanti dimanfaatkan oleh tenaga kerja dan para profesional dari negara-negara Asean lain. Jadi mau tidak mau harus menyiapkan diri lebh keras,” ujar Wagub dalam arahannya di hadapan para peserta FGD.
“Jadi kita membangun infrastruktur untuk siapa sebetulnya? Kalau kita tidak siap, sebetulnya kita menyiapkan infrastruktur untuk (masyarakat) negara-negara Asean lain. Kalau kita berpacu lebih cepat lagi untuk menyiapkan segala sesuatu dalam persaingan global di Asean ini, maka infrastruktur yang dibangun semestinya untuk kita gunakan sebaik mungkin. Jadi ada bahayanya juga kalau infrastuktur kita cepat dan baik kalau kita sumber daya manusianya tidak cepat mengantisipasi pasar tunggal Asean ini,” papar Wagub.
Wagub pun mengatakan pentingnya peningkatan kualitas produk dalam negeri. Untuk itu, pihaknya pun terus mendorong agar semua produk yang dihasilkan oleh para pengusaha dan pelaku UKM di Jabar bisa tersertifikasi halal, sehingga bisa bersaing dengan produk negara-negara Asean lainnya.
FGD yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jabar ini merupakan forum diskusi para mitra strategis Bakesbangpol Jabar, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kewaspadaan Lingkungan Masyarakat, Komunitas Intelijen Daerah, serta Forum Ormas se-Jabar.
Diharapkan FGD tersebut bisa menelaah serta menginventarisasi tantangan yang akan dihadapi pada era MEA, serta bisa dirumuskan pula langkah-langkah antisipasi dan solusi-solusinya khususnya permasalahan dibidang Ipoleksosbudhankam. * ajat dw
