JAKARTA, (WN.net) -- Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh Ketua Komisi, Hedi Boy Permadi, melakukan peninjauan ke Menara Tower yang terletak di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (24/2).
Sebagaimana diketahui, masalah pembelian Menara BJB ini menjadi kasus; salah seorang direksi PT. BJB dituntut di pengadilan karena dianggap merugikan negara, namun kemudian divonis bebas.
Pembelian Menara BJB yang saat ini masih dalam proses pembangunan tersebut, menurut pengacara PT. BJB, Etza Imelda Fitri, SH., MH., kepada Komisi III, atas sepengetahuan dan kebijakan Direksi Bank BJB terdahulu dengan tujuan menaikkan peringkat BJB menjadi peringkat 10.
"Dengan pembelian Menara BJB diharapkan akan semakin mengokohkan kompetensi bank, terutama di Jakarta dalam menghadapi persaingan dengan bank lainnya,” jelas Etza saat anggota Komisi III menanyakan latar belakang dan tujuan pembelian Menara BJB tersebut.
Etza menjelaskan, pihak BJB hanya membeli 5 unit lantai dari 30 lantai yang sedang dibangun. Jadi PT. BJB tidak membeli gedung, tetapi unit.
“Saat ini kami mengawal agar tidak ada proses litigasi dan target dari direksi adalah memisahkan perkara dari investasi yang dilakukan PT. BJB, serta mengamankan aset perusahaan,” katanya.
Menanggapi apa yang dijelaskan pengacara PT. BJB, Komisi III berharap kasus ini tidak berpengaruh terhadap performan perusahaan, karena bagaimana pun ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Sehari sebelumnya, Komisi III DPRD Provinsi Jabar juga melakukan pertemuan dengan BJB Cabang Daan Mogot, Jakarta.
Pertemuan tersebut, sebagaimana dikemukakan Ketua Komisi III, adalah dalam rangka evaluasi kinerja mitra kerja komisi TA 2015 khususnya yang berkaitan dengan target dan realisasi BUMD dalam hal ini BJB.
Pada kesempatan tersebut, Komisi III mendapatkan penjelasan dari Kepala BJB Cabang Daan Mogot, Dani Sutarman. Menurut Dani, saat ini bisnis berjalan lancar setelah pada tahun 2014 mengalami kerugian karena pada tahun 2015 laba mencapai 200%, kredit 145%, DPK 108%, dan NPL mencapai 191%.
“Saat ini kami mendukung apa yang menjadi kebijakan dari pusat,” jelasnya.
Ketua Komisi III, Hedi Boy, berharap BJB bisa meningkatkan daya saing dan performan sehingga bisa masuk ke jajaran bank terbaik nasional, setelah sebelumnya masuk sebagai 10 bank terbaik di Indonesia. * ajat dw
