BANDUNG (WN.net) -- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, saat menerima aspirasi dari Forum Peduli Karang Pamulang Pelabuhan Ratu (FPKP2) yang menolak pembangunan Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR), Senin (14/3), menghimbau agar masyarakat bisa mengambil manfaat dari pembangunan pelabuhan tersebut.
“Ada anggaran dari APBN untuk pembangunan infrastruktur yang perlu kita tangkap, substansinya ini yang tidak boleh kita tolak,” kata anggota Komisi IV DPRD Jabar, Waras Wasisto, ketika menerima aspirasi tersebut.
Hal sama dikatakan Yod Mintaraga, yang mengatakan Sukabumi memiliki potensi wisata yang besar namun terkendala infrastruktur, termasuk pelabuhan. Karenanya terkait pembangunan PLPR yang akan dibangun di Karang Pamulang semuanya bisa dibicarakan kembali.
“Ini kan ada adendum, masih dalam proses. Jadi mari kita duduk bersama untuk kepentingan bersama pula. Lagipula pelabuhan ini untuk kepentingan wisata yang tentunya dalam pembangunan akan memperhatikan kelestarian dan keindahan lingkungan pantai,” kata Yod.
FPKP2 menyampaikan aspirasi keberatannya terkait penetapan lokasi pembangunan PLPR di Pantai Karang Pamulang Pelabuhan Ratu yang dinilai memiliki peran historis, social, dan wisata unggulan karena dianggap ada ketidaksesuaian antara PP No. 61 Tahun 2008 tentang Kepelabuhanan dengan Perda RTRW Jabar dan Perda RTRW Kab. Sukabumi.
FPKP2 juga mengungkapkan adanya kesalahan administrasi, yaitu terdapat dua surat keputusan Kemenhub dengan nomor yang sama, pada hari yang sama, namun tentang dua hal berbeda.
“Dokumen amdalnya pun tidak lengkap karena tidak memuat kajian ekonomi dan kajian sosial seperti yang dikatakan Ketua PPSDAL Unpad,” katanya.
Dedi Supriadi dari Dishub Provinsi Jabar mengemukakan rencana pembangunan pelabuhan pengumpan tersebut karena melihat potensi wisata di Pelabuhan Ratu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut, ada persetujuan hingga dibuat MoU-nya. Sesuai studi kelayakan tahun 2011 terpilih 3 lokasi di Jabar Selatan, yaitu Bojong Salawe, Pakenjeng dan, Pelabuhan Ratu.
Dilanjutkan Dedi, pada 2012 dibuat master plan pelabuhan laut Selatan Jabar serta sudah dilakukan sosialisasi sejak 2011, kemudian desain enginering detail (DED) pada 2012, itu pun setelah berkoordinasi dengan pemkab dan masyarakat yang mengajukan usulan di Karang Pamulang.
Agus Hanafiah dari Disbudpar Provinsi Jabar, mengungkapkan pembangunan pelabuhan tersebut tidak terlepas dari keinginan Pemprov Jabar untuk mengembangkan potensi wisata di Sukabumi termasuk kawasan Geopark Ciletuh.
“Pembangunan pelabuhan pengumpan inilah yang akan jadi entry point kawasan Geopark Ciletuh ini,” katanya.
Komisi IV sebagaimana disimpulkan Ketua Komisi, Ali Hasan, dalam waktu dekat ini akan melakukan peninjauan lapangan termasuk untuk melihat alternatif yang ditawarkan masyarakat Karang Pamulang sebagai pelabuhan pengumpan, yaitu di Pantai Loji, Kecamatan Simpenan Pelabuhan Ratu. * ajat dw
