KABUPATEN GARUT, (WN.net) -- Saat meninjau Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Kebun Dinas di Desa Cibodas Cikajang Kabupaten Garut (17/3), Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap berkembangan perkebunan kopi di Jabar yang kini kembali meningkat.
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Jabar, Dedi Sutardi, menjelaskan saat ini kopi merupakan komoditas yang paling diminati di dunia, sehingga menimbulkan ketertarikan di masyarakat untuk kembali mengembangkannya setelah sekian lama kopi asal Jabar terpuruk.
“Saat ini kopi kembali diminati oleh masyarakat selain lada, cengkeh, kelapa dan teh,” kata Dedi.
Namun, menurut Dedi, yang menjadi kendala saat ini pihaknya tidak memiliki dana transport untuk keperluan distribusi benih. Padahal saat ini permintaan kopi tidak pernah berhenti, termasuk permintaan benih.
“Untuk distribusi benih saat ini memang harus melalui kabupaten terlebih dahulu, sebelum kemudian kami verifikasi,” jelasnya.
Sekretaris Komisi II, Asep Wahyu Wijaya, yang memimpin kunjungan tersebut meminta balai-balai untuk menyampaikan kendala yang dihadapi oleh balai dalam mengembangkan komoditas perkebunan di Jabar.
“Kami ingin pengembangan komoditas perkebunan di Jabar fokus pada komoditas unggulan, apa yang memang diminati pasar perlu dikembangkan secara serius,” katanya.
Pada kesempatan sama, Anggota Komisi II, Agus Welliyanto Santosa, mengakui perlunya dukungan penganggaran untuk mengembangkan komoditas perkebunan termasuk kopi, selain dukungan SDM yang memadai.
“Selama ini dinas-dinas selalu dialas oleh TPAD dalam hal kebutuhan anggarannya,” kata Agus.
Karena itu Agus meminta balai-balai membedah secara rinci apa yang menjadi kebutuhan anggarannya dan menyampaikannya kepada komisi terkait.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jabar telah dan akan membagikan benih kopi unggul kepada para petani hingga 6 juta benih. Pada 2014 dibagikan 1 juta benih kopi kepada 62 kelompok tani yang tersebar di 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Sukabumi, dan Cianjur. Ppada tahun 2015 disalurkan 2 juta benih kopi kepada 65 kelompok di 11 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Majalengka, Sukabumi, Sumedang, Cianjur, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, dan Subang. Tahun 2016, Pemprov Jabar kembali akan membagikan benih kopi hingga 2 juta benih pohon dan tahun 2017 nanti rencananya dibagikan 5 juta (target) benih pohon kopi. Dengan bantuan benih pohon kopi ini akan semakin menambah luas lahan perkebunan kopi di Jabar hingga 35.486 hektar. * ajat dw
