Wibawa News


  • 22 Maret 2016 | 19:41 WIB
  • 00397 Kali Dilihat

Program Lumbung Pangan Terkendala Mekanisme Pemberian Bantuan

 Program Lumbung Pangan Terkendala Mekanisme Pemberian Bantuan
Komisi II DPRD Jabar meninjau lumbung pangan di Kadungora, Kabupaten Garut. Ft, humas dprd jabar

KABUPATEN GARUT, (WN.net) -- Melihat manfaat keberadaan lumbung pangan di masyarakat, Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong Pemprov Jabar untuk terus meningkatkan program lumbung pangan di Jabar.

Hal tersebut mengemuka saat Komisi II dipimpin Sekretaris Komisi, Asep Wahyu Wijaya, melakukan peninjauan ke salah satu lumbung pangan yang berada di Desa Kadungora, Kabupaten Garut (18/3).

Pada kunjungan tersebut Komisi II mendapatkan penjelasan dari Tati Iriani dari BKPD Provinsi Jabar yang menjelaskan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk pembangunan lumbung padi. Menurutnya, bantuan tersebut sebesar Rp 20 juta digunakan untuk bangunan lumbung, Rp 30 juta digunakan untuk membeli gabah.

“Bantuan tersebut sangat membantu masyarakat pemilik dan penggarap lahan,” kata Tati.

Kata Tati, program lumbung pangan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2012 sampai 2014 didanai dari APBD Provinsi Jabar dan APBN.

Menanggapi apa yang dijelaskan Tati, Komisi II sebagaimana dikemukakan Asep perlu mendapatkan masukan dan informasi terkait efektivitas program lumbung pangan tersebut.

Menurut Asep, dari pemantauannya saat ini yang menjadi kendala adalah keberadaan kelompok tani yang pada umumnya tidak berbadan hukum sehingga sulit untuk mendapatkan bantuan sosial yang persyaratannya harus berbadan hukum atau memiliki akta.

“Seharusnya ini tidak menjadi hal yang prinsip, karena di provinsi lain hal ini tidak menjadi kendala utama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat,” jelas Asep.

Hal ini, menurut Asep, menjadikan bantuan yang diberikan provinsi kurang maksimal hanya karena masalah administrasi. Karenanya, Asep mendorong masyarakat untuk juga bisa mengembangkan secara swadaya.

“Bantuan untuk lumbung pangan ini bukan untuk bisnis, ini masalah sosial untuk mencegah kerawanan pangan dan  harus dilakukan secara kolektif oleh masyarakat. Kalau hanya mengandalkan bantuan yang mensyaratkan akta, pasti lama,” kata Asep.

Sementara itu, sebagaimana disampaikan oleh Badan Ketahanan Pangan Kab. Garut, bantuan lumbung pangan ini sangat membantu masyarakat. Sejak ada bantuan dari provinsi, kini jumlah kelompok tani di Garut bertambah. * ajat dw

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net