SOREANG, (WN.net)-- Bupati Bandung, H. Dadang M Naser, SH., S.IP, M. IPol., minta semua sarana persiapan pagelaran akbar Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016, bisa tuntas sebelum alhir Juli 2016.
Bupati yang juga Ketua Sub PON XIX, meprediksi akhir Juli berbagai sarana seperti perbaikan dan pembangunan sarana jalan, sarana olah raga untuk PON yang akan dibuka dan ditutup di Si Jalak Harupat itu bisa selesai akhir Juli.
Hal itu disampaikan Dadang M. Naser, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sub PON XIX, di Bale Sawala, Soreang, Senin (28/3).
Dadang Naser juga mengharapkan penataan taman di beberapa ruas jalan, ditargetkan selesai tepat waktu.
Dadang minta jajaran terkait, khususnya Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir. H. Agus Nuria, segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, karena ada beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Bandung yang penanganan perbaikannya ada di pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jabar.
Tidak hanya itu, kepada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Bupati meminta produk cindera mata asal Kabupaten Bandung, bisa tampil maksimal di event PON XIX.
"Sebagai oleh-oleh, produknya harus bagus, punya kualitas, aman, punya kekhasan tersendiri, selain harganya terjangkau, " pinta Dadang Naser.
Pada para pemilik perusahaan, toko, maupun rumah yang ada di pinggir jalan protokol, ia meminta untuk ikut menata kepemilikannya masing-masing. Paling tidak terlihat bersih dan rapi. sehingga para tamu yang datang dari seluruh Indonesia akan senang.
Ketua Harian Sub PON XIX, yang juga Sekda Kabupaten Bandung, Ir. H. Sofian Nataprawira, MP., menyebutkan sarana penunjang pertandingan 10 cabang olahraga (cabor), PON XIX yang akan dibuka 17 September, sudah 95%.
"Insya Alloh akhir Juli nanti bisa selesai 100%," kata Sofian.
Siapkan Insentif
Sementara itu, Wakil Ketua Harian Sub PON XIX, Marlan, S.IP., kepada WN.net, menyatakan pemerintah Kabupaten Bandung akan menyiapkan insensif bagi atlit Kabupaten Bandung yang berlaga di ajang PON XIX.
Namun Marlan tidak merinci jumlah insensif bagi 40 orang atlit dari masing-masing cabor tersebut. Hal jelas, kata dia, insentif itu akan disalurkan melalui KONI Kabupaten Bandung.
Sedangkan sarana jalan Tol Soroja (Soreang Pasir Koja), kata Marlan, saat ini tinggal sekitar tujuh bidang yang masih belum tuntas, dari 97 bidang permaslahan, terutama pembebesan lahan.
"Ada sekitar tujuh bidang yang belum beres, terutama yang menolak harga, yang lainnya sedang proses, malah ada yang sudah beres," jawab Assinten Pembangunan ini, ketika berbincang di halaman Gedung Moh Toha, Soreang. * deddy r
