BANDUNG, (WN.net) -- Bidang Pemasaran dan Dana Usaha (PDU) PB PON XIX dan Peparnas XV/2016 Jawa Barat, di bawah komando Hening Widiatmoko meluncurkan (launching) album kompilasi. Launching album ini digelar di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Senin sore (1/8).
Album Kompilasi PON XIX dan Peparnas XV/2016 Jabar sebagai bukti bahwa penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV bukan hanya milik masyarakat olahraga, melainkan milik semua elemen masyarakat, tidak terkecuali masyarakat musik, seni, dan budaya.
Hal tersebut juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Jabar atas predikat sebagai Tanah Legenda tempat lahirnya karya dan kreativitas. Album kompilasi ini pula yang akan menjadi pembeda dari perhelatan-perhelatan multievent olahraga sebelumnya, karena bisa dibilang sebagai album kompilasi yang pertama dibuat.
Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz), yang hadir dalam launching ini memberikan apresiasinya kepada Bidang PDU, juga para seniman atau musisi yang terlibat dalam pembuatan album kompilasi ini.
Menurut Demiz, hal ini sebagai wujud komitmen dan kontribusi nyata dari para seniman, khususnya para seniman asal Jabar untuk menyukseskan PON dan Peparnas 2016 Jabar, serta memotivasi para atlet Jabar untuk meraih gelar juara umum atau "Jabar ka Hiji" dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
"Mereka (para seniman) tanpa diminta menciptakan lagu sebagai wujud ekspresi dan kontribusi nyata mereka menyambut PON. Ini perlu kita respon secara baik dan ini upaya untuk menggabungkan menjadi satu album yaitu beberapa lagu dari seniman-seniman yang latar belakangnya berbeda-beda, ada rock, dan segala macam alirannya," ujar Wagub usai acara.
Sederet nama band yang terlibat dalam pembuatan album kompilasi PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar, yaitu The Changcuters, T-Five, The Titans, Five Minutes, D’Mojang, Idea Saparakanca, Dhira Bongs, Mono Stereo, Dwiki Dharmawan, Doel Sumbang, Bandung Rock Anthem (Yukie Pas Band, Ink Rosemary, Otong Koil, Risa Sarasvati, Suar Nasution, Trisno Pas Band, Kumbang Don Lego, Agnes Ovilia “NAVL”, Andi Bachrie Volta, Uus Aftercoma, Denny Mplay Utopia).
Lagu berjudul “Mentari” yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Iwan Abdulrachman (Abah Iwan) dipilih sebagai lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Abdulrachman bersama Musisi Bandung Pisan (MBP) sebanyak 27 penyanyi, yaitu Trie Utamie, Dany Java Jive, Erlan Wachdach, Rieka Roslan, Reza ‘The Groove’, Budi Abuy ’The Time Bomb Blues’, Mira & Ijoel, Ratu, Early, Yuyu Koswara, Netta Kusuma Dewi, Candil, Lia & Lea, Boim, Budi Dalton, Ari Mari’fat, IyooQ & Uchie KSP, Dira Sugandhi, Tiwi Shakuhachi, Zaki ‘4 Peniti’, Rizky ‘The Titans’, Gita Gartina ‘Vocal Director’, dan Ajat ‘Music Director’. Lagu “Mentari” ini dipilih, karena lagu tersebut memiliki makna yang mendalam, tentang esensi semangat juang, toleransi, dan berbagi karya dari seorang sesepuh musik Jabar yang sangat peduli dalam hal nasionalisme dan kelestarian alam.
"Saya kira ini kalau bisa dikontribusikan lebih luas ke masyarakat, juga bisa menjadi pemberi semangat untuk mendukung kontingen Jabar meraih juara umum PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016," tambah Wagub yang juga Wakil Ketua Umum PB PON XIX dan Peparnas XV/2016 Jabar.
Album kompilasi ini akan digunakan sebagai materi untuk kegiatan sosialisasi dan promosi di media audio dan televisi. Sampai saat ini belum ada rencana untuk diproduksi dalam jumlah massal dan diperjualbelikan kepada masyarakat secara terbuka baik dalam bentuk fisik maupun digital. * ajat dw
