SOREANG, (WN.net) -- Gema perhelatan akbar Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan Pepernas XV Jawa Barat 2016, sejak beberapa hari terakhir sudah terasa. Terutama di sejumlah venue yang akan digunakan pertandingan, seperti venue-venue yang ada di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Kesibukan juga tampak di Media Center di Gelora Sabilulungan, Si Jalak Harupat, sejak beberapa hari terakhir ini.
Petugas Media Center yang digawangi kru PWI Jabar dan sejumlah teknisi IT dari sejumlah perguruan tinggi ini, Kamis (15/9), tampak sibuk melayani awak media.
Para wartawan, baik catak, elektronik, maupun media online, sejak pagi sudah berdatangan ke media center, baik untuk liputan seputar persiapan pagelar PON di venue yang ada di Jalak Harupat maupun untuk membuat kartu pengenal (ID-Card).
"Lumayan sibuk, sejak tadi banyak wartawan yang mengurusi ID," jelas Santi Nurjanah, petugas FO (Front Office) Media Center di Gelora Sabilulungan, kemarin.
Mahasiswi UPI Bandung Jurusan Pendidikan Manajemen semester 7 ini, mengaku senang bisa bergabung di media center.
"Apalagi ini pagelaran tingkat nasional. Pokoknya bangga, jadi pengalaman berharga buat saya," kata penduduk Kampung Cikamajaya, RT 01/02, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Santi mengaku masuk di media center PON XIX setelah mengikuti seleksi pihak panitia PON. "Alhamdulillah diterima, padahal yang daftar melalui web itu ngantri," ujarnya bangga.
Demi tugas PON, ia pun harus rela tinggal di sebuah pesantren di bilangan Kampung Muara, Desa Pameuntasan, Soreang.
Sampai kemarin, Medi Center PON XIX, masih memberikan kesempatan bagi wartawan yang belum memiliki ID-Card liputan PON, khususnya bagi wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Bandung.
"Kami memberikan kesempatan bagi wartawan yang belum memiliki ID-Card sampai hari ini, khusunya bagi mereka yang bertugas di wilayah Kabupaten Bandung," kata Uyun, pimpinan Media Center, kepada wartawan. * deddyra
