Wibawa News


  • 19 Januari 2017 | 23:10 WIB
  • 00463 Kali Dilihat

Dekranasda Dorong Kreativitas dan Inovasi Pembatik

 Dekranasda Dorong Kreativitas dan Inovasi Pembatik
Ketua Dekranasda Jabar, Netty Heryawan, saat melakukan kunjungan ke Sentra Batik Trusmi Kabupaten Cirebon, Rabu (18/1). * humas jabar

CIREBON, (WN.net) -- Perkembangan batik di Jawa Barat sangat memuaskan. Hampir 27 kabupaten/kota mulai membuat batik dengan motif daerah masing-masing. Salah satunya Mega Mendung, merupakan motif khas dari daerah Cirebon yang  banyak diminati dan dikenal luas.

Ini diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, saat melakukan kunjungan ke Sentra Batik Trusmi Kabupaten Cirebon, Rabu (18/1).

“Hal ini karena karakteristik masyarakat Cirebon yang berada pada titik lintas perdagangan membuat perajin berani keluar dari pakem,” lanjutnya.

Dikatakan Netty, sejak ditetapkannya batik sebagai Intangible  Word Heritage pada 2 Oktober 2009, membuat masyarakat merasa terbangun kecintaanya pada batik.

Inilah yang menggerakan Dekranasda Provinsi Jabar untuk mendorong para pelaku usaha dan pembatik melakukan pengembangan kreativitas dan inovasi melalui pembinaan. Karena umumnya, imbuh Netty, warna dan motif batik itu selalu gelap dengan warna tanah dan soga. Masih ada beberapa daerah lain di Jabar yang belum berani untuk keluar dari pakemnya. Imbasnya, batik kurang diminati dan tidak berkembang.

“Ternyata hari ini batik tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk fashion, tapi juga dalam aplikasi interior di rumah,” katanya.

Menanggapi foto salah satu artis dunia, Madonna yang menjadi viral menggunakan batik dalam pemotretan, Netty berujar batik saat ini sangat dikenal luas oleh dunia international. Bahkan Nelson Mandela pun terkenal dengan ikon kemeja batik yang juga viral di berbagai media.

“Tinggal bagaimana kita mendokumentasikan motif yang digunakan di luar negeri. Itu yang menjadi tanggung jawab kita bagaimana Dekranasda, Kementerian Hukum dan HAM dibantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk terus menjaga HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dari setiap motoif baru yang dilahirkan para pembatik Indonesia,” papar Netty. * pjo

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net